Ribuan Masjid di Indonesia Disiapkan Layani Pemudik, Wamenag Tinjau Pelayanannya di Sumut

Wakil Menteri Agama RI, Romo M Syafi'i saat meninjau Masjid Ramah Pemudik di Kota Medan. (foto: dok Humas Kemenag Sumut/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sebanyak 6.529 masjid di seluruh Indonesia disiapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik Idulfitri 1447 Hijriah untuk mendukung kenyamanan arus balik.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia (RI), Romo M Syafi'i, menegaskan pentingnya peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan bagi para musafir.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pelayanan Masjid Ramah Pemudik di dua titik strategis di Sumatera Utara, yakni Masjid Ar-Rivai TPI Medan dan Masjid Al-Jihad Batang Kuis, Deli Serdang, pada Jumat (27/03/2026).
Romo menjelaskan, program ini berangkat dari nilai-nilai mudik sebagai tradisi nasional yang juga memiliki nilai religius, seperti mempererat silaturahmi dan berbakti kepada orang tua. Ia menekankan bahwa fungsi sosial masjid harus dioptimalkan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tapi juga pusat pelayanan bagi para musafir. Kita ingin saudara-saudara kita yang mudik bisa mengambil waktu beristirahat dengan aman dan nyaman selama perjalanannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan dalam beberapa hari ke depan arus balik akan meningkat, sehingga pengurus masjid diharapkan dapat memberikan pelayanan maksimal kepada para pemudik.
Romo juga mengapresiasi pengelola masjid, khususnya di Masjid Ar-Rivai TPI Medan dan Masjid Al-Jihad Batang Kuis, yang telah menyediakan fasilitas seperti tempat istirahat gratis dan layanan 24 jam. Ia menilai antusiasme Badan Kemakmuran Masjid (BKM) sangat tinggi dalam menyukseskan program tersebut.
Menurutnya, hal menarik dari program ini adalah adanya inisiatif aktif dari pengurus masjid. “Tidak hanya menunggu, tetapi ada yang menjemput pemudik di terminal atau di jalan untuk diajak beristirahat di masjid tanpa biaya. Bahkan ada yang menyediakan makanan, minuman, hingga penginapan,” kata Romo.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan, ia juga mendorong pengurus masjid terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Ia juga mengatakan bahwa dukungan dari pemerintah daerah, TNI, dan Polri turut membantu keberlangsungan program ini.
Sementara itu, Ketua BKM Ar-Rivai, Ikrom Helmi Nst, menyebut program ini menjadi solusi dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Ia mengatakan, pihaknya telah menjalankan amanah tersebut dengan baik saat arus mudik sebelumnya.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Bahkan setelah ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik, kami menambah fasilitas seperti kamar mandi dan sarana lainnya,” tuturnya.
Wamenag juga mengapresiasi dukungan dari berbagai rumah ibadah lain, seperti gereja, kuil, vihara, dan klenteng, yang turut membantu para pemudik.
Ia menilai hal tersebut sebagai wujud nyata toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia. “Ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi juga bukti persaudaraan. Semoga kerukunan di Indonesia terus terjaga,” ucapnya.






















