Atasi Puncak Arus Balik Nataru, Polda Sumut Bersiaga di Titik Rawan Macet

Sejumlah personel Ditlantas Polda Sumut saat melakukan pengamanan di beberapa titik rawan macet arus balik mudik Nataru 2026. (Foto: dok Humas Polda Sumut/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara (Sumut) memperkirakan puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan terjadi pada Minggu (4/1/2026) mendatang.
Dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan, petugas kepolisian telah menyiagakan pengamanan serta pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kemacetan.
Direktur Ditlantas Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan seluruh personel telah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang menjadi jalur utama arus balik serta kawasan wisata.
“Kami memprediksi kepadatan lalu lintas akan meningkat pada Minggu besok. Oleh karena itu, seluruh jajaran Ditlantas dan Polres terkait kami minta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di lapangan,” katanya melalui keterangan yang diterima Mistar, Sabtu (3/1/2026).
Ia menyampaikan Ditlantas Polda Sumut telah melakukan koordinasi dengan sejumlah satuan lalu lintas di daerah yang diperkirakan menjadi pusat pergerakan kendaraan wisatawan.
Menurutnya, ketiga wilayah tersebut diprediksi akan mengalami peningkatan arus kendaraan seiring kembalinya wisatawan ke daerah asal masing-masing. Ia menambahkan Ditlantas Polda Sumut juga menyiagakan Tim Urai Macet yang dapat diterjunkan kapan saja ke titik-titik rawan kepadatan lalu lintas.
“Saya telah menginstruksikan para Kasat Lantas untuk waspada penuh terhadap potensi kepadatan. Tim Urai Macet juga sudah kami siapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi penumpukan kendaraan,” ujarnya.
Kombes Pol Firman mengimbau masyarakat agar tetap mengedepankan keselamatan selama perjalanan arus balik. Ia mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat yang kembali dari mudik maupun objek wisata agar berkendara dengan tertib dan aman. Jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, jaga jarak aman, gunakan sabuk pengaman, dan bagi pengendara sepeda motor wajib menggunakan helm SNI,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya mengatur kondisi fisik selama perjalanan jarak jauh. Menurutnya, kelelahan dan rasa mengantuk dapat membahayakan keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
“Apabila merasa lelah atau mengantuk, jangan dipaksakan. Silakan manfaatkan rest area atau tempat istirahat yang tersedia. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami, agar seluruh pengguna jalan dapat kembali ke rumah dengan selamat,” ucapnya.






















