23.4 C
New York
Friday, September 27, 2024

Atasi Permasalahan Pangan, DPRD Medan Sarankan Pemko Gunakan Dana Tak Terduga

Medan, MISTAR.ID

Guna mengatasi permasalahan pangan dan menstabilkan harga bahan pokok yang semakin tinggi, DPRD Medan mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menggunakan Dana Tak Terduga (DTT) yang telah dialokasikan sekira Rp40 miliar di APBD 2023.

“Jika harga tak kunjung stabil dan berpengaruh terhadap ekonomi secara global, Pemko Medan harus menggunakan DTT. Sebab DTT memang dipersiapkan untuk hal yang bersifat penting dan darurat,” tegas Ketua Komisi III DPRD Medan Afif Abdillah, Senin (20/2/23).

Dikatakan Afif, jika tidak ingin kondisi ini terus berlangsung, Pemko Medan harus bisa mencarikan solusinya agar masyarakat tidak merasa sulit dengan kondisi harga bahan-bahan pokok seperti saat ini, salah satunya dengan menjalin Kerjasama Antar Daerah (KAD).

Baca Juga:PUD Pasar Medan Lakukan Kolaborasi untuk Stabilkan Harga Pangan

“Jika semua usaha tak juga kunjung membuat harga stabil, DTT bisa digunakan. Hanya saja lalukan dulu semua mekanisme yang ada, bisa saja DTT digunakan nanti di pertengahan tahun,” kata Afif.

Dijelaskan Afif, penggunaan DTT diharapkan dapat mengintervensi pasar agar harga sembako stabil. Meski kondisi sekarang karena masih awal tahun dan sebentar lagi akan ada Pasar Murah jelang Lebaran. “Dari yang disampaikan Bulog, kondisi harga masih terkontrol baik. Hanya saja ada oknum-oknum yang menjual di atas rata-rata pasar,” jelasnya.

Afif menyebut, DTT bisa digunakan untuk kondisi darurat apa saja, seperti di tahun 2021 dialokasikan pengendalian kasus Covid-19. Penggunaannya harus ada pernyataan mendesak dari Pemko bahwa kondisi darurat.

Baca Juga:Pemko Medan Berupaya Stabilkan Harga Bahan Pokok di Pasaran

“Kalau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemko Medan menyatakan kondisi darurat, maka DTT bisa digunakan untuk mengontrol harga. Memang DTT mengalami penurunan dibandingkan di tahun sebelumnya yang mencapai Rp100 miliar. Meski begitu, anggarannya secara aturan bisa ditambah jika dalam kondisi mendesak. Karena di tahun lalu DTT tidak digunakan sehingga terjadi SilPA,” sebutnya.

Untuk itu, Afif pun berpesan kepada Pemko Medan agar tidak salah langkah dalam mengatasi permasalahan pangan di Kota Medan. “Kalau kondisi ini terus berlangsung, kita khawatirkan di pertengahan akan berdampak ekonomi global. Pemerintah harus punya strategis dalam menstabilkan harga sembako agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat,” pungkasnya.(rahmad/hm15)

Related Articles

Latest Articles