Friday, June 5, 2026
home_banner_first
KULINER

Menjaga Tradisi Kue Bakul Imlek di Dapur Phin Phin Medan

Mistar.idRabu, 4 Februari 2026 15.41
journalist-avatar-top
AA
menjaga_tradisi_kue_bakul_imlek_di_dapur_phin_phin_medan

Para pekerja mengaduk satu-persatu kue bakul setengah masak. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Di sudut dapur Toko Kue Phin Phin, Jalan Dewa Ruci No.32 - 34, Petisah Tengah, Kecamatam Medan Petisah, aroma legit gula merah menyeruak di antara uap panas yang mengepul dari deretan kuali raksasa.

Di atas kompor yang terus menyala, ribuan kilogram adonan tepung pulut diolah menjadi kue bakul atau Nian Gao.

Memasuki awal Februari 2026, kesibukan di toko milik Jhony Halim ini meningkat tajam. Meski perayaan Imlek masih dua minggu lagi, Jhony sudah menetapkan target produksi yang ambisius, namun terukur.

"Kami baru mulai produksi tanggal 3 kemarin. Biasanya toko memang baru beroperasi dua minggu sebelum Imlek. Tahun ini kami mengejar target 13 kuali," kata Jhony sambil menunjukkan proses pengadukan adonan, Rabu (4/2/2026).

13 kuali bukan sekadar angka biasa. Setiap kuali menampung sekitar 70 kilogram (kg) adonan, yang jika ditotal mencapai hampir 970 kg atau nyaris satu ton kue bakul. Jhony sengaja membatasi produksi pada angka tersebut untuk menjaga kualitas dan memastikan seluruh stok habis tepat sebelum hari raya.

Uniknya, Jhony menerapkan sistem ukuran yang tak lazim untuk produk tradisionalnya. Alih-alih menggunakan gramasi yang rumit, ia membagi kue bakulnya ke dalam kategori Extra Small (XS) hingga Extra Large (XL).

"Variasi ukurannya kami buat seperti ukuran baju, biar pelanggan gampang ingat. Ada XS, S, M, L, sampai XL. Harganya pun beragam, mulai dari Rp20.000 hingga yang paling besar Rp100.000," ucapnya menjelaskan sembari menunjukkan berbagai macam ukuran kue bakul.

Proses pengolahan kue bakul. (foto: amita/mistar)

Menurut Jhony, ukuran XL biasanya diburu keluarga besar untuk ritual sembahyang malam Imlek sebagai simbol kemakmuran yang melimpah. Sementara ukuran yang lebih kecil sering dijadikan hantaran personal yang dikemas dalam kotak-kotak cantik berisi dua hingga delapan buah.

Bagi mereka yang khawatir akan masa kedaluwarsa, Jhony memberikan tips menarik. Kue bakul buatannya mampu bertahan hingga dua bulan di suhu ruang. Meski nantinya muncul bintik jamur pada daun pembungkusnya, Jhony menjamin itu aman.

"Itu jamur dari proses pelayuan daun, bukan jamur yang merusak tubuh. Cukup dilap pakai minyak sayur saja. Kalau sudah keras, jangan dibuang. Potong-potong, goreng pakai tepung, nanti dia lembut dan enak lagi seperti ongol-ongol," ujarnya.

Di balik kelezatannya, kue bakul menyimpan proses pembuatan yang sangat melelahkan. Salah seorang pekerja yang bertugas di bagian pengadukan, menceritakan kesabaran adalah bahan baku utama.

Proses pengangkatan adonan kue bakul setengah masak untuk diaduk agar gelembung hilang. (foto: amita/mistar)

Ritual dimulai dengan mencampur tepung pulut dan gula selama 30 menit hingga rata. Namun, tantangan sesungguhnya ada pada tahap pengukusan yang memakan waktu total 12 jam.

"Saat dikukus, biasanya keluar gelembung-gelembung di permukaan. Kami harus segera menghilangkannya dengan cara mengaduk menggunakan kayu kecil saat adonan masih panas membara. Kalau sudah dingin, gulanya mengeras dan tidak bisa diaduk lagi," tuturnya.

Setelah proses penghilangan gelembung selesai, adonan dikukus kembali selama 4 jam hingga matang sempurna. Tahap akhir yang tak kalah penting adalah membiarkan kue 'beristirahat' dalam uap panas tanpa api semalaman sebelum akhirnya siap diangkat dan dikemas pada keesokan harinya.

Proses panjang ini bukan sekadar teknik memasak, melainkan simbol harapan agar di tahun yang baru, keberuntungan dan rezeki mengalir setenang uap panas dan selengket adonan pulut yang menyatukan seluruh anggota keluarga. Di Toko Phin Phin, tradisi ini terus dirawat, kuali demi kuali, tahun demi tahun.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN