Warna-warna Makanan yang Anti Kanker

Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Menambahkan buah dan sayuran berwarna-warni dalam menu harian diyakini dapat membantu menekan risiko sejumlah jenis kanker. Selain menjalani gaya hidup sehat, asupan makanan bergizi dan beragam menjadi fondasi penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal.
Menurut East Lancashire Hospitals NHS Trust, Rabu (18/2/2026), salah satu warna yang patut diperhatikan saat memilih bahan makanan adalah merah. Para ahli menganjurkan pasien untuk rutin mengonsumsi buah dan sayuran berwarna guna menunjang kesehatan.
“Dengan mengonsumsi buah dan sayuran dengan warna berbeda, Anda lebih mungkin memperoleh beragam vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan,” katanya, seperti dikutip dari Mirror UK.
Mereka menambahkan bahwa tiap warna umumnya kaya akan senyawa pelindung tertentu, dan setiap jenis buah maupun sayur memiliki kandungan vitamin serta mineral yang berbeda-beda. Karena itu, masyarakat disarankan menerapkan pola makan “berwarna”, termasuk memasukkan unsur merah dalam diet sehari-hari.
Buah dan sayuran merah diketahui mengandung likopen, senyawa yang disebut dapat membantu melindungi tubuh dari beberapa jenis kanker. Contohnya antara lain tomat, paprika merah, semangka, dan jeruk bali merah muda. Selain merah, warna oranye, kuning, hijau, dan ungu juga memiliki manfaat tersendiri.
Sejumlah penelitian menunjukkan yanh berpotensi menurunkan risiko kanker tertentu, khususnya kanker prostat, dengan cara mengurangi stres oksidatif dan menghambat pertumbuhan sel tumor. Meski demikian, temuan ilmiah mengenai hal ini masih beragam.
Untuk warna lain, buah dan sayur oranye kaya beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A dan berperan penting bagi kesehatan kulit. Sementara itu, warna kuning mengandung karotenoid yang membantu menjaga kesehatan mata.
Sayuran hijau dikenal mengandung zat besi dan senyawa yang mendukung energi tubuh serta membantu mencegah anemia. Adapun buah dan sayuran ungu merupakan sumber antosianin, antioksidan yang kerap dikaitkan dengan efek antipenuaan.
Contoh makanan dalam konsep “pelangi” meliputi labu, nektarin, aprikot, jagung manis, paprika kuning, bayam, anggur hijau dan merah, terong, serta plum. Pilihan lainnya termasuk wortel, mangga, zucchini kuning, sayuran hijau musim semi, kiwi, kubis merah, dan blackcurrant.
Masyarakat dianjurkan menambahkan warna yang masih kurang dalam pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, sembari tetap menjaga variasi. Mengonsumsi lima jenis buah atau sayur dengan warna yang sama tetap dihitung sebagai satu porsi.
Kampanye Lima Porsi Sehari sendiri merujuk pada anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang merekomendasikan konsumsi minimal 400 gram buah dan sayuran per hari untuk membantu menurunkan risiko penyakit serius, seperti penyakit jantung, stroke, serta beberapa jenis kanker. (hm20)























