Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Tak Semua Kurma Aman untuk Diabetes, Ini Jenis yang Perlu Diperhatikan

Mistar.idSabtu, 28 Februari 2026 pukul 05.30 WIB
tak_semua_kurma_aman_untuk_diabetes_ini_jenis_yang_perlu_diperhatikan

Ilustrasi. (Foto: Hello Sehat)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Tidak semua jenis kurma memberikan efek yang sama terhadap kadar gula darah. Karena itu, penderita diabetes perlu lebih selektif sebelum mengonsumsinya.

Kurma merupakan buah dari pohon Phoenix dactylifera yang kaya gula alami, serat, vitamin, dan mineral. Rasa manisnya kerap membuat buah ini dihindari penderita diabetes. Padahal, jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas, kurma tetap berpotensi menjadi bagian dari pola makan sehat.

Sejumlah penelitian menunjukkan kandungan serat dalam kurma dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga lonjakan glukosa darah tidak terjadi secara drastis.

Mengutip laporan Times of India, studi yang dipublikasikan National Library of Medicine menyebut konsumsi kurma berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah, kolesterol, serta trigliserida, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Kurma juga dinilai dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus yang berperan dalam pengelolaan diabetes dan dislipidemia.

Selain itu, buah ini kaya serat, kalium, dan magnesium. Magnesium berperan penting dalam pengaturan gula darah. Kandungan antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik juga membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang dapat memicu komplikasi diabetes.

Meski demikian, tidak semua jenis kurma memiliki indeks glikemik (IG) yang sama. Beberapa jenis dinilai relatif lebih ramah bagi penderita diabetes karena memiliki IG lebih rendah.

Kurma Deglet Noor, misalnya, memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding sejumlah jenis lain dengan kandungan gula sekitar 63-66 gram per 100 gram. Teksturnya semi-kering dengan rasa manis lembut serta mengandung serat yang membantu pencernaan.

Kurma Zahidi memiliki indeks glikemik sekitar 35-50 dan kandungan serat cukup tinggi, meski tetap mengandung sukrosa dalam jumlah signifikan sehingga perlu dibatasi. Sementara itu, kurma Thoory yang dikenal sebagai “kurma roti” memiliki indeks glikemik sekitar 35-45 dan kadar gula 60-65 gram per 100 gram.

Jenis lain seperti Khudri dan Ajwa juga dinilai lebih baik jika dikonsumsi dalam jumlah kecil. Ajwa, misalnya, dikenal memiliki indeks glikemik rendah serta kaya antioksidan dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Sebaliknya, beberapa jenis kurma mengandung gula lebih tinggi sehingga konsumsinya perlu dibatasi. Kurma Medjool mengandung sekitar 66-70 gram gula per 100 gram. Kurma Barhi dan Halawi juga tergolong tinggi gula dan kurang ideal jika dikonsumsi berlebihan oleh penderita diabetes.

Para ahli menyarankan penderita diabetes membatasi konsumsi kurma, misalnya satu hingga dua butir per sekali makan, serta memadukannya dengan sumber protein atau lemak sehat untuk membantu menstabilkan gula darah. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga dianjurkan, terutama bagi penderita diabetes gestasional atau mereka yang kadar gula darahnya belum terkontrol.

Dengan pemilihan jenis yang tepat dan porsi terjaga, kurma tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi penderita diabetes. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN