Satu Tahun Program CKG di Sumut, Pelayanan Belum Optimal

Pengamat Kesehatan, Dr Drs R Kintoko Rochadi M.KM. (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah berjalan selama satu tahun di Sumatra Utara (Sumut). Evaluasi dari program ini, menurut Pengamat Kesehatan, dr. R Kintoko Rochadi, masih belum optimalnya pelayanan.
"Masalah lainnya sumber daya manusia kita belum mumpuni dalam berkomunikasi, seperti petugas puskesmas yang bersifat lebih reaktif. Jika pun petugas proaktif, mereka hanya bisa berkomunikasi, tidak ikut terlibat menangani," tutur Kintoko, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya saat ini tren penyakit degeneratif atau yang tidak menular itu semakin tinggi. Maka harus diputuskan dari awal melalui deteksi dini dengan program CKG.
"Kalau dari sisi pendekatan kesehatan masyarakat, bagaimana caranya supaya jangan sakit, agar tidak membebani pemerintah dari sisi pembiayaan," ujarnya lagi.
Di sisi lain, masyarakat wajib diedukasi mengenai program CKG. Sedangkan pada umumnya pesan yang disampaikan bersifat informatif. Bukan edukatif.
"Pesan-pesan kesehatan kita pada umumnya hanya informatif, bukan edukatif apalagi yang persuasif, wajar saja lah masyarakat akhirnya tidak memanfaatkan (CKG) karena tidak tahu," ucapnya.
Selain itu, hambatan lainnya karena masyarakat tidak memanfaatkan CKG hanya karena tidak memiliki waktu.
“Terlebih Pemerintah Indonesia menargetkan angka yang tinggi untuk mengejar capaian, tetapi ini bukan mengejar nilai matematika,” ujarnya. (hm20)
BERITA TERPOPULER























