Benarkah Berbuka dengan Kolang-kaling Baik untuk Kesehatan?

Kolang-kaling. (Foto: Orami)
Jakarta, MISTAR.ID
Kolang-kaling kerap hadir sebagai menu berbuka puasa. Banyak orang mencampurkannya ke dalam es buah atau kolak, bahkan mengolahnya menjadi manisan dingin yang terasa segar setelah seharian berpuasa.
Teksturnya yang kenyal dengan rasa yang tidak terlalu kuat membuat makanan ini digemari, meski kandungan gizinya jarang diperhatikan. Padahal, kolang-kaling mengandung cukup banyak air dan serat yang berkaitan dengan keluhan pencernaan yang sering muncul selama Ramadan, seperti sulit buang air besar.
Perubahan pola makan saat puasa ikut memengaruhi kerja sistem pencernaan. Waktu makan yang terbatas, asupan cairan yang berkurang, serta pilihan makanan berbuka yang cenderung manis dan rendah serat dapat memperlambat aktivitas usus.
Kondisi ini membuat sebagian orang merasakan frekuensi buang air besar berkurang selama menjalani puasa. Karena itu, kolang-kaling sering dianggap sebagai salah satu pilihan makanan berbuka yang dapat membantu menjaga kelancaran pencernaan.
Kandungan Serat Kolang-kaling dan Perannya bagi Usus
Kolang-kaling berasal dari buah pohon aren atau Arenga pinnata. Dalam setiap 100 gram kolang-kaling, sekitar 94 persen terdiri dari air dan terdapat sekitar 1,6 gram serat pangan yang berperan menjaga fungsi saluran cerna.
Serat berfungsi menambah volume feses sekaligus membantu mempertahankan kadar air di dalamnya. Mekanisme ini mendukung gerakan usus yang lebih teratur sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.
Jika kebutuhan serat terpenuhi, konsistensi feses cenderung lebih lunak dan jadwal buang air besar menjadi lebih teratur.
Sejumlah kajian ilmiah juga menunjukkan kaitan antara konsumsi serat dengan perbaikan keluhan konstipasi. Tinjauan yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada 2022 mencatat bahwa peningkatan asupan serat dapat membantu meningkatkan frekuensi buang air besar sekaligus memperbaiki tekstur feses, terutama jika dilakukan secara rutin dan disertai konsumsi cairan yang cukup.
Selama Ramadan, kolang-kaling dapat menjadi sumber tambahan serat sekaligus cairan yang mudah diperoleh. Kehadirannya bisa membantu melengkapi kebutuhan serat harian yang kerap berkurang akibat perubahan pola makan.
Saat berpuasa, tubuh tidak menerima cairan selama lebih dari 12 jam. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan menyerap lebih banyak air dari sisa makanan di usus besar sehingga feses menjadi lebih kering dan padat.
Perubahan jadwal makan juga memengaruhi ritme kerja sistem pencernaan. Jika asupan serat dan cairan tidak terpenuhi saat sahur maupun berbuka, risiko konstipasi akan meningkat.
Penelitian yang dimuat dalam World Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa kecukupan serat dan cairan berperan penting dalam menjaga pergerakan usus serta konsistensi feses. Kekurangan salah satu faktor tersebut dapat memperlambat proses pencernaan.
Cara Mengonsumsi Kolang-kaling agar Manfaatnya Lebih Optimal
Kolang-kaling dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya sederhana untuk menjaga kesehatan pencernaan selama puasa. Namun, cara penyajiannya tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak berkurang. Penambahan gula atau sirup dalam jumlah besar justru meningkatkan asupan kalori dan bisa membuat tubuh lebih cepat merasa haus.
Pengolahan yang lebih sederhana, misalnya dengan merebus kolang-kaling lalu mencampurkannya dengan buah segar yang kaya serat, dapat menghasilkan menu berbuka yang lebih seimbang. Tambahan buah seperti pepaya, semangka, atau pir dapat memperkaya variasi serat dalam satu hidangan.
Selain itu, konsumsi air putih yang cukup sejak berbuka hingga sahur sangat penting untuk membantu kerja serat di dalam usus. Cairan yang tercukupi membantu menjaga feses tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Kolang-kaling tidak bisa dianggap sebagai solusi utama untuk mengatasi sembelit dan tidak menggantikan kebutuhan konsumsi sayur serta buah setiap hari. Perannya lebih tepat sebagai pelengkap dalam pola makan yang mengandung cukup serat dan cairan.
Pemilihan menu berbuka yang lebih seimbang akan membantu menjaga kenyamanan tubuh selama menjalankan ibadah puasa. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Agar Tak Bau Mulut Selama Berpuasa, Terapkan Konsep Isi Piringku





















