Puskesmas di Sumut Akan Bertransformasi Menjadi Rawat Inap Plus

Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal (kanan) dan Kabid Yankes Dinkes Sumut, Silvy Agustina (kiri). (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kesehatan Sumut berencana mengembangkan konsep Puskesmas Rawat Inap Plus sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, menjelaskan pengembangan tersebut dilatarbelakangi masih adanya kendala masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan lanjutan di rumah sakit, terutama warga yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis sulit.
“Masih banyak masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit. Sehingga masyarakat membutuhkan upaya lebih untuk mengakses layanan kesehatan di fasilitas tingkat lanjut atau rumah sakit,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026).
Selain faktor geografis, Dinas Kesehatan Sumut juga mencermati fenomena penumpukan pasien di sejumlah rumah sakit. Bahkan, di beberapa rumah sakit menunjukkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) sudah melampaui 80 persen.
“Ini tentu menjadi perhatian pimpinan kita Gubernur Sumut Pak Bobby Nasution. Sehingga puskesmas ini kita dorong untuk dikembangkan agar dapat membantu mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit,” katanya.
Menurut Hamid, meskipun layanan kesehatan saat ini dapat diakses secara gratis hanya dengan menggunakan KTP, masyarakat masih harus menanggung biaya tambahan ketika berobat ke rumah sakit, seperti biaya transportasi dan kebutuhan lainnya.
“Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya tidak melanjutkan pengobatan ke rumah sakit karena kendala biaya transportasi dan biaya kebutuhan lainnya. Maka puskesmas yang lebih dekat dengan masyarakat perlu diperkuat layanannya,” jelasnya.
Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Sumut, Silvy Agustina Hasibuan, menambahkan biaya tidak langsung yang harus dikeluarkan pasien sering menjadi pertimbangan keluarga saat harus dirujuk ke rumah sakit.
“Memang biaya berobat bisa ditanggung program jaminan kesehatan. Tapi keluarga pasien tetap harus memikirkan biaya makan selama di rumah sakit, biaya transportasi, apalagi kalau pasien datang bersama anak-anak atau anggota keluarga lainnya. Tentu ada tambahan pengeluaran yang harus dipikirkan,” tuturnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Minuman yang Dianjurkan Saat Berbuka Puasa Biar Tak Gemuk





















