Saturday, July 11, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Kenali Playing Victim dan Ciri-cirinya

Mistar.idMinggu, 23 November 2025 pukul 06.00 WIB
kenali_playing_victim_dan_ciricirinya

Ilustrasi Playing Victim. (Foto: Radar/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Istilah playing victim semakin sering terdengar, terutama saat membahas hubungan yang tidak sehat dan bersifat manipulatif. Banyak orang penasaran dengan makna playing victim karena perilaku ini biasanya terjadi secara halus sehingga sulit dikenali.

Dalam banyak kasus, perilaku tersebut digunakan seseorang untuk menghindari tanggung jawab atau membuat orang lain merasa bersalah melalui manipulasi emosional.

Penting dicatat bahwa tidak semua individu yang merasa menjadi korban bersifat manipulatif. Namun, orang yang dengan sengaja menampilkan diri sebagai pihak yang tersakiti demi mendapatkan simpati, perhatian, atau mengendalikan orang lain, itulah yang disebut playing victim.

Fenomena ini cukup sering dijumpai pada individu dengan kecenderungan narsistik atau mereka yang sejak kecil terbiasa menggunakan peran korban untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya.

Mengutip WebMD dan Codependency, Minggu (23/11/2025), berikut penjelasan mengenai sifat playing victim, ciri-cirinya, dan dampak negatif yang ditimbulkannya.

Secara umum, playing victim adalah sikap seseorang yang berpura-pura atau konsisten memposisikan diri sebagai korban dalam berbagai keadaan, padahal mereka sebenarnya menjadi penyebab masalah itu sendiri.

Orang dengan sifat ini cenderung menolak tanggung jawab dan lebih memilih menyalahkan lingkungan, situasi, atau orang lain atas apa yang terjadi.

Dalam ranah psikologi, playing victim bisa muncul sebagai mekanisme pertahanan diri. Ada yang melakukannya secara sadar untuk menarik simpati, namun sebagian melakukannya tanpa disadari karena pola tersebut sudah tertanam sejak lama.

Ciri-ciri perilaku playing victim

Agar lebih mudah mengenali sifat playing victim, beberapa tanda umum berikut perlu diperhatikan. Perilaku ini memang bisa tampak samar, tetapi cirinya dapat terlihat ketika diamati secara mendalam.

Enggan bertanggung jawab atas kesalahan

Pelaku playing victim cenderung menolak mengakui kesalahan dan selalu mencari pihak untuk disalahkan. Ketika menghadapi masalah di pekerjaan atau hubungan, mereka menyalahkan orang lain atau situasi, bukan melakukan evaluasi diri.

Mencari simpati dan perhatian

Fokus utama bukan mencari solusi, melainkan memancing empati. Mereka terus mengeluhkan kesusahan dan nasib buruk agar orang lain menaruh perhatian dan rasa kasihan.

Memanipulasi emosi orang lain

Perilaku playing victim sering dijadikan alat manipulasi. Dengan membuat orang lain merasa bersalah, mereka bisa mengendalikan keadaan dan mendapatkan apa yang diinginkan, baik perhatian, dukungan emosional, maupun keuntungan tertentu.

Mengabaikan perasaan dan kebutuhan orang lain

Walaupun menuntut empati, mereka kerap tidak menunjukkan hal yang sama kepada orang lain. Fokus mereka hanya pada penderitaan pribadi seakan-akan masalah orang lain tidak sepenting yang dialami sendiri.

Merasa hidup selalu tidak adil

Mereka percaya bahwa hidup selalu memperlakukan mereka secara tidak adil. Kalimat seperti “Mengapa hal buruk selalu terjadi padaku?” sering muncul dari mereka. Pola pikir negatif ini menghambat perkembangan diri dan membuat mereka terus terjebak dalam sikap pesimis. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN