Kasus DBD di Pematangsiantar Melandai, Selama April Hanya Lima Kasus

DBD. (Foto: Dinkes Bandung)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pematangsiantar terus menurun. Sepanjang April 2026, hanya 5 kasus yang tercatat.
Administrator Kesehatan Ahli Muda bidang Penanggung Jawab Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Lasmaria Siahaan, menjelaskan 5 kasus DBD selama April merupakan laporan dari Rumah Sakit (RS).
"Benar ada penurunan kasus DBD, untuk Mei belum ada datanya dan masih dihimpun," ujar Lasmaria Siahaan, Kamis (4/6/2026).
Penurunan ini setelah adanya upaya pencegahan dan pengendalian DBD yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat. Seperti kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), gotong royong kebersihan lingkungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah dan masyarakat dinilai telah berkontribusi terhadap menurunnya penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti,” ucapnya.
Meski tren kasus menunjukkan penurunan, masyarakat tetap diimbau tidak lengah. Perubahan cuaca dan masih adanya potensi genangan air dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
Pada Januari 2026, kasus DBD tercatat 18 kasus, kemudian menurun menjadi 10 kasus pada Februari, dan kembali turun menjadi 4 kasus pada Maret. Adapun kelompok usia yang paling rentan terjangkit DBD berada pada rentang 5 hingga 14 tahun.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes terus mendorong Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pola 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Tak hanya itu, inovasi satu rumah satu Jumantik juga terus digaungkan. Melalui gerakan ini, setiap rumah tangga diharapkan memiliki satu juru pemantau jentik (jumantik) yang secara rutin memeriksa keberadaan jentik nyamuk di lingkungan rumah.
Masyarakat kemudian diminta segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat apabila menemukan anggota keluarga atau warga yang mengalami gejala demam guna mendapatkan penanganan lebih cepat dan mencegah risiko yang lebih serius. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Dinkes Belum Temukan Kasus Hantavirus di Sumut



















