Kasus Campak di Sumut Tinggi, Pengamat: Dipicu Banyak Faktor

Pengamat Kesehatan Sumut, Destanul Aulia, S.K.M. (foto:dokumen/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu daerah dengan angka kasus penyakit campak tertinggi di awal tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut, terdapat 387 suspek campak hingga Maret 2026.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kesehatan Sumut, Destanul Aulia, S.K.M., mengatakan tingginya kasus campak di Sumut kemungkinan merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor.
“Pertama cakupan imunisasi yang belum merata antar kabupaten/kota, mobilitas penduduk yang tinggi, serta kemungkinan keterlambatan dalam deteksi dan respons kasus,” ujarnya kepada Mistar, Senin (4/5/2026).
Lebih lanjut, Destanul mengatakan dalam pedoman penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak, respons imunisasi harus dilakukan dengan cepat.
Menurut akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, idealnya pelaksanaan imunisasi dilakukan dalam waktu kurang dari tujuh hari setelah indikasi wabah muncul.
“Persoalan ini tidak bisa dilihat semata sebagai isu kesehatan. Ini juga merupakan isu sistem yang mencerminkan bagaimana distribusi layanan kesehatan di Sumut,” ucapnya.
Ia pun menegaskan bahwa dalam hal ini efektivitas edukasi masyarakat, serta kecepatan dan ketepatan respons terhadap wabah harus dijalankan di tingkat daerah. (hm27)
























