Jangan Abaikan Skrining Rutin bagi Perempuan, Ini Kata Dokter

Ilustrasi. (Foto: VOI.id)
Medan, MISTAR.ID
Direktur Klinis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Marengo Asia, dr. Pallavi Vasal, menekankan pentingnya skrining kesehatan rutin bagi perempuan guna mendeteksi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi serius.
Mengacu pada laporan Hindustan Times pada Jumat (3/4/2026), sebagaimana dikutip dari Antaranews, Pallavi menyebut sebagian besar penyakit berbahaya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan tanpa disadari. Karena itu, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting dalam pencegahan.
Salah satu skrining utama yang disoroti adalah:
1. Mammografi
Pemeriksaan ini direkomendasikan terutama bagi perempuan berusia di atas 40 tahun untuk mendeteksi perubahan pada payudara sejak dini, termasuk risiko kanker. “Ini bukan sekadar tes, melainkan bentuk kepastian atau peringatan dini saat paling dibutuhkan,” ujar Pallavi.
2. Skrining Serviks
Skrining serviks seperti pap smear dan tes HPV juga dinilai sangat penting. Pemeriksaan ini terbukti mampu menekan risiko kanker serviks, yang kini menjadi salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah jika terdeteksi lebih awal.
3. Skrining Kesehatan Jantung
Pallavi juga mengingatkan bahwa kesehatan jantung pada perempuan kerap terabaikan. Gejala ringan seperti kelelahan, sesak napas, atau rasa tidak nyaman sering dianggap sepele. Padahal, pemeriksaan rutin tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah dapat membantu mencegah risiko penyakit jantung di masa depan.
4. Tes Hormonal
Tak kalah penting, tes hormonal juga perlu dilakukan secara berkala. Kondisi seperti diabetes dan gangguan tiroid sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Tanda-tanda seperti energi rendah, perubahan berat badan, atau siklus menstruasi yang tidak teratur kerap dianggap hal biasa, padahal bisa menjadi indikasi masalah kesehatan.
5. Skrining Kesehatan Tulang
Di sisi lain, kesehatan tulang juga perlu mendapat perhatian sejak dini. Setelah usia 30 tahun, kepadatan tulang mulai menurun sehingga pemeriksaan rutin diperlukan untuk mencegah osteoporosis. “Tes kepadatan tulang mungkin terasa tidak perlu, sampai penurunan kecil berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Pencegahan di sini jauh lebih mudah daripada pemulihan,” jelasnya.
6. Skrining Kesehatan Reproduksi
Pallavi turut menyoroti pentingnya skrining kesehatan reproduksi dan mental. Ia menegaskan bahwa stres berkepanjangan, kecemasan, maupun kelelahan bukan sekadar bagian dari rutinitas, melainkan sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian. Keluhan seperti rasa sakit atau ketidakteraturan juga tidak boleh diabaikan.
7. Skrining Kanker Usus Besar
Selain itu, skrining kanker usus besar dianjurkan dilakukan, terutama setelah usia 45 tahun, meskipun sering dianggap belum mendesak.
Dijelaskannya, skrining kesehatan bukan hanya tentang menjalani tes medis, tetapi juga tentang kesadaran untuk menjaga diri sejak dini. “Ini bukan hanya soal tes, tetapi tentang tidak menunggu sesuatu menjadi salah sebelum Anda mulai memprioritaskan diri sendiri,” tutupnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Tidak Hanya Jumlah, Waktu Makan Serat Juga PentingBERITA TERPOPULER





















