Friday, June 5, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

28 Titik Layanan HIV/AIDS di Pematangsiantar Siap Dukung Deteksi Dini dan Pengobatan

Mistar.idSabtu, 4 April 2026 11.15
journalist-avatar-top
AS
28_titik_layanan_hivaids_di_pematangsiantar_siap_dukung_deteksi_dini_dan_pengobatan

Ilustrasi layanan kesehatan (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Akses pengobatan dan deteksi dini HIV/AIDS di Kota Pematangsiantar kini semakin luas dan terbuka bagi masyarakat. Pemerintah kota telah menyiagakan puluhan titik layanan kesehatan, mulai dari pendampingan medis yang tepat di Puskesmas hingga Rumah Sakit. Harapannya, langkah ini dapat menekan angka penularan HIV/AIDS.

Kepala Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Pematangsiantar, Dedi Purwanto, menyebutkan bahwa infrastruktur kesehatan di Siantar sudah sangat memadai untuk menangani kasus HIV. Hampir seluruh kecamatan kini memiliki akses pemeriksaan yang dekat dengan pemukiman warga.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jemput bola untuk memastikan setiap warga yang membutuhkan layanan konsultasi maupun pengobatan Antiretroviral (ARV) tidak lagi terkendala jarak dan akses.

"Saat ini, kita sudah memiliki 19 Puskesmas di Siantar yang siap melayani. Selain itu, ada 8 Rumah Sakit dan 1 Klinik yang juga terintegrasi dalam penanganan HIV," ujarnya kepada Mistar.ID, Sabtu (4/4/2026).

Integrasi layanan ini bertujuan untuk menghilangkan stigma bahwa pengobatan HIV hanya bisa dilakukan di tempat tertentu. Dengan adanya 28 titik layanan ini, diharapkan masyarakat bisa lebih proaktif memeriksakan kesehatan mereka secara rutin.

Dedi Purwanto juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menghapus stigma negatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Ketakutan akan pandangan sosial sering menjadi penghambat utama seseorang untuk melakukan tes.

Ia menghimbau masyarakat, “Jangan takut melakukan tes, karena mengetahui status kesehatan lebih dini adalah langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga. Manfaatkan layanan gratis; pemeriksaan di Puskesmas dan akses obat-obatan sudah difasilitasi oleh pemerintah.”

Selain itu, ia menegaskan, “Hentikan diskriminasi. HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari, bersalaman, makan bersama, atau tinggal serumah. Dukungan moral bagi ODHA sangat membantu proses pemulihan mereka.”

Dengan dukungan 28 fasilitas kesehatan ini, Kota Pematangsiantar berkomitmen menuju target Three Zeroes pada 2030: Zero infeksi baru, Zero kematian terkait AIDS, dan Zero stigma.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN