Dua Terapi Bagi Anak Terdiagnosa Penyakit Ginjal dari Dokter Spesialis

Ilustrasi anak yang melakukan cuci darah akibat penyakit ginjal. (foto: Eka Hospital/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Dr dr Rosmayanti Syafriani Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K), menyebut ada dua jenis terapi bagi anak yang terdiagnosa penyakit ginjal.
“Terapinya itu adalah Terapi Medikamentosa atau Terapi Suportif dan Terapi Pengganti Ginjal (TPG) atau Terapi Sulih Ginjal (TSG),” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Dijelaskan Dosen Fakultas Kedokteran USU itu, terapi tersebut biasanya dilakukan pada anak-anak dengan laju filtrasi ginjalnya sudah sangat terganggu dan memerlukan terapi.
Rosmayanti mengatakan, terapi sulih ginjal ada dua macam, yaitu terapi sulih ginjal dengan hemodialisis dan terapi menggunakan peritoneal dialisis.
“Terapi hemodialisis memungkinkan pasiennya harus datang ke rumah sakit beberapa kali dalam seminggu seperti dua atau tiga kali (melakukan terapi hemodialisis),” ucapnya.
Selain itu, Dokter Spesialis Anak dengan Subspesialisasi Nefrologi (Ginjal) Anak ini turut mengatakan terdapat terapi yang dapat dilakukan secara mandiri.
“Pasien dengan terapi peritoneal dialisis (cuci darah mandiri lewat perut) atau yang lebih sering disebut juga dengan CAPD, ini bisa melakukan sendiri di rumah secara mandiri,” katanya.




















