Dokter Spesialis Sampaikan Dua Metode Penyembuhan Penyakit GERD

dr M Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD saat di Podcast MistarTV. (foto: berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pengobatan penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) berfungsi memperbaiki kerusakan dan mempercepat penyembuhan mukosa esofagus, mengatasi gejala, mencegah komplikasi dan mengurangi kambuh dengan cara modifikasi gaya hidup.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr M Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD, mengatakan pengobatan GERD terdiri dari penyembuhan non farmakologi dan farmakologi.
"Pengobatan non-farmakologi berupa modifikasi gaya hidup dengan aktivitas fisik, menurunkan ataupun mempertahankan berat badan ideal bersadarkan dengan indeks masa tubuh," ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Allif menyarankan untuk menghindari tidur dua sampai tiga jam setelah makan malam, menaikan posisi kepala saat tidur, serta menjauhkan memakan dan meminum yang dapat memicu timbulnya GERD.
"Hindari makanan pedas, berlemak, asam, coklat, minuman beralkohol, dan minuman yang mengandung kafein, untuk mengurangi atau menghilangkan gejala dari GERD," ucapnya.
Selain itu, penderita GERD juga dapat melakukan penyembuhan farmakologi untuk penderita GERD seperti proton pump inhibtor (PPI), H2RA, Antasida, Prokinetik dan Metoklopramid.
"PPI dan Antasida adalah jenis obat yang paling umum digunakan untuk kombinasi ataupun dosis tunggal. Namun berdasarkan hasil analisis, obat terefektif dan paling ampuh untuk mengobati GERD adalah PPI," tuturnya.
PREVIOUS ARTICLE
Kurang Minum Air Buat Kulit Kusam hingga Rentan IritasiBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















