Ahli Gizi Undip Ingatkan Risiko Minuman Manis Berlebihan saat Berbuka Puasa

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Konsumsi makanan manis saat berbuka puasa memang dianjurkan untuk membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Namun, para ahli gizi mengingatkan sumber rasa manis yang dikonsumsi sebaiknya berasal dari bahan alami, bukan dari minuman atau makanan dengan kandungan gula tinggi.
Dosen sekaligus dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), dr Enny Probosari MSi Med SpGK (K), mengatakan tubuh membutuhkan asupan energi yang cepat setelah berpuasa. Sumber energi tersebut sebaiknya berasal dari glukosa alami.
“Yang dimaksud manis adalah glukosa alami yang dapat dengan cepat mengembalikan energi tubuh, misalnya dari kurma atau buah-buahan,” ujarnya dikutip dari laman resmi Undip, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, kurma dan berbagai jenis buah merupakan pilihan yang baik untuk berbuka puasa. Selain mengandung gula alami, makanan tersebut juga kaya serat, vitamin, serta mineral yang membantu tubuh beradaptasi kembali setelah seharian tidak makan dan minum.
Hal serupa disampaikan dokter spesialis gizi klinik FK Undip lainnya, dr Etisa Adi Murbawani MSi SpGK (K). Ia menekankan gula dari buah jauh lebih baik dibandingkan minuman manis yang memiliki kadar gula tinggi.
Ia mencontohkan kebiasaan masyarakat yang langsung mengonsumsi minuman seperti es teh manis atau kolak saat berbuka. Menurutnya, minuman tersebut umumnya mengandung gula dalam jumlah tinggi sehingga kurang dianjurkan sebagai pilihan pertama saat berbuka.
Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat, tetapi juga berpotensi turun secara drastis setelahnya. “Ketika gula darah naik terlalu cepat lalu turun dengan cepat, kondisi itu bisa membuat tubuh terasa lemas,” ucapnya.
Selain memperhatikan jenis makanan, cara makan saat berbuka juga perlu diperhatikan. dr Etisa menyarankan agar makanan dikonsumsi secara perlahan dan dikunyah dengan baik.
Dengan makan secara perlahan, kenaikan kadar gula darah dapat terjadi lebih stabil sehingga tubuh dapat beradaptasi dengan lebih baik setelah berpuasa. Cara ini juga membantu mencegah rasa terlalu kenyang atau perut terasa penuh saat berbuka.



















