Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Ahli Gizi Bantah Nasi Penyebab Perut Buncit

Mistar.idSelasa, 3 Maret 2026 pukul 05.00 WIB
ahli_gizi_bantah_nasi_penyebab_perut_buncit

Nasi. (Foto: Shutterstock)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Bagi banyak orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan, nasi putih kerap dianggap sebagai musuh utama karena dicap sebagai penyebab perut buncit dan kegemukan. Namun, anggapan tersebut dinilai tidak sepenuhnya tepat.

Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Ali Khomsan, menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada nasinya, melainkan pada kebiasaan konsumsi sehari-hari.

Salah satu alasan nasi sering dianggap bermasalah adalah karena rasanya yang cocok di lidah masyarakat Indonesia. Karena dinilai enak, orang cenderung sulit berhenti makan sebelum benar-benar kenyang.

“Mengapa nasi sering dianggap bermasalah? Karena nasi itu enak. Ketika orang makan nasi enak, dia cenderung makan lebih banyak,” ujar Prof Ali, dikutip dari laman IPB University, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, bukan kandungan dalam nasi yang secara langsung menyebabkan kegemukan, melainkan jumlah atau porsi yang dikonsumsi sering kali melebihi kebutuhan energi harian.

Secara umum, nasi putih mengandung sekitar 130 kalori per 100 gram. Dalam satu porsi atau sepiring nasi, kalorinya berkisar 260 kkal. Sementara kebutuhan kalori rata-rata orang dewasa sekitar 2.000 kkal per hari.

Artinya, satu porsi nasi hanya menyumbang sekitar 13 persen dari total kebutuhan kalori harian. Kenaikan berat badan biasanya lebih dipengaruhi oleh lauk yang digoreng, penggunaan santan berlebih, serta kebiasaan menambah porsi nasi.

Semua Karbohidrat Bisa Berdampak Sama Jika Berlebihan

Prof Ali menekankan bahwa sumber karbohidrat lain pun akan berdampak serupa bila dikonsumsi secara berlebihan. Mengganti nasi dengan singkong atau ubi tidak otomatis membuat berat badan turun jika porsinya tetap berlebihan.

“Saya melihatnya bukan semata karena kalorinya, tetapi karena kuantitas yang dikonsumsi. Jika sumber karbohidrat lain seperti singkong atau ubi dikonsumsi berlebihan, dampaknya terhadap berat badan tetap sama,” jelasnya.

Pada akhirnya, berat badan ideal dan kesehatan tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja. Memusuhi nasi bukanlah solusi jangka panjang. Kunci utamanya adalah edukasi gizi yang tepat, menjaga keseimbangan pola makan, serta menerapkan gaya hidup aktif secara konsisten. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN