Empat Poin Evaluasi Setahun Pelaksanaan CKG, Salah Satunya Ketersediaan Faskes

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy (kiri). (foto: berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Faisal Hasrimy, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hery Valona Bonatua Ambarita menyampaikan hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya dalam menindaklanjuti setahun pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dijelaskan Hery, evaluasi yang pertama sebelum pelaksanan CKG pentingnya ketersediaan fasilitas kesehatan (faskes), alat pemeriksaan medis, maupun sosialisasi kepada seluruh msyarakat.
"Sosialisasi juga dilakukan kepada tenaga kesehatan melalui kader yang ditujukan juga ke sekolahan, ini penting agar program (CKG) berjalanan sesuai targer sasaran tercapai," ujarnya, Senin (2/3/2026).
Evaluasi kedua, dikatakan Hery, proses pemeriksaan harus dilakukan oleh petugas puskemas sesuai jadwal, misalnya pada hari ulang tahun atau di sekolah, atau saat mendapingi ke posyandu.
"Pentingnya keterlibatan komunitas atau kader kesehatan mendampingi warga dalam penggunaan sistem pendaftaran aplikasi Satu Sehat Mobile, sistem ini memastikan layanan berjalan efektif dan efisien," ucapnya.
Hery mengatakan dampak jangka pendek dan menegah program CKG untuk memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat di tingkat individu untuk melakukan pendeteksian dini penyakit.
"Deteksi dini dilakukan untuk penyakit menular atau gangguan kesehatan yang umum, perubahan tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan skrining rutin, dan perbaikan dalam perilaku preventif masyarakat," tuturnya.
Selain itu, evaluasi terakhir untuk dampak jangka panjang perubahan prevalensi penyakit atau penurunan komplikasi akibat deteksi dini, membentuk kebiasaan pemeriksaan berkala, penguatan sistem kesehatan daerah untuk mendukung program secara berkelanjutan.
PREVIOUS ARTICLE
Ahli Gizi Bantah Nasi Penyebab Perut Buncit












