Saturday, June 6, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

WNI Perempuan Tewas Ditusuk di Jepang, Pelakunya Teman Pria Sesama WNI

Mistar.idSabtu, 6 Juni 2026 17.05
journalist-avatar-top
wni_perempuan_tewas_ditusuk_di_jepang_pelakunya_teman_pria_sesama_wni_

Ilustrasi. (foto: iStock/mistar) Baca artikel detiknews, "Wanita Indonesia Tewas Ditikam di Jalanan Jepang, Pria WNI Ditangkap" selengkapnya https://news.detik.com/internasional/d-8520743/wanita-indonesia-tewas-ditikam-di-jalanan-jepang-pria-wni-ditangkap. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

news_banner

Tokyo, MISTAR.ID

Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) berusia 21 tahun ditemukan tewas setelah mengalami sejumlah luka tusuk dalam insiden yang terjadi di Kota Chitose, Hokkaido, Jepang, Kamis (4/6/2026) malam.

Korban bernama Sri Rahayu, warga distrik Fuji 3-chome, Chitose. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan dalam kondisi terluka parah, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Menurut laporan media Jepang, polisi menerima informasi sekitar pukul 21.10 waktu setempat mengenai seorang pria yang membawa pisau dapur di kawasan Shinano 1-chome. Saat petugas tiba di lokasi, mereka menemukan korban dengan beberapa luka tusuk, termasuk di bagian perut.

Di tempat kejadian, polisi langsung mengamankan seorang pria WNI berusia 27 tahun bernama Mahmudi Agung Laksana Aji yang berdomisili di Prefektur Chiba. Pria yang bekerja paruh waktu itu diduga sebagai pelaku penikaman.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa ia menusuk korban dengan tujuan menghilangkan nyawanya. Polisi juga menemukan dua pisau dapur di lokasi kejadian.

Hingga kini, motif penyerangan masih didalami. Penyidik meyakini korban dan tersangka saling mengenal sebelum insiden tersebut terjadi.

Selain korban, seorang pria yang disebut sebagai kenalan korban turut mengalami luka dan menjalani perawatan medis. Seorang anggota Kepolisian Chitose juga mengalami luka ringan saat proses penangkapan tersangka.

Kepolisian Hokkaido masih melanjutkan penyelidikan dan mempertimbangkan penetapan dakwaan pembunuhan terhadap tersangka.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN