Saturday, June 6, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Putin Tolak Ajakan Zelensky Bertemu Bahas Penghentian Perang

Mistar.idSabtu, 6 Juni 2026 13.39
AN
putin_tolak_ajakan_zelensky_bertemu_bahas_penghentian_perang

Kolase foto Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP via Getty Images)

news_banner

St Petersburg, MISTAR.ID

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menolak ajakan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, untuk bertemu langsung membahas penghentian perang antara kedua negara.

Penolakan itu disampaikan Putin saat menghadiri forum ekonomi tahunan di St Petersburg, Jumat (5/6/2026), sebagai respons atas surat terbuka yang sebelumnya dikirim Zelensky.

Dalam surat tersebut, Zelensky mendesak agar dilakukan negosiasi langsung dan gencatan senjata. Namun, Putin menilai surat itu tidak menunjukkan keseriusan untuk mencapai perdamaian dan mempertanyakan tujuan sebenarnya dari usulan pertemuan tersebut.

"Saya tidak melihat ada gunanya untuk saat ini," kata Putin saat ditanya mengenai kemungkinan menerima tawaran pertemuan dari Zelensky.

Putin kembali menegaskan bahwa Rusia menginginkan kesepakatan jangka panjang sebelum memberlakukan gencatan senjata. Menurutnya, penghentian sementara pertempuran hanya akan dimanfaatkan Ukraina untuk memperkuat kembali pasukannya.

Ia menyatakan pembicaraan tingkat teknis harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pertemuan antara pemimpin kedua negara dapat dilakukan. Putin juga menegaskan operasi militer Rusia akan berakhir setelah seluruh tujuan yang telah ditetapkan Moskwa tercapai.

Menanggapi penolakan tersebut, Zelensky menyampaikan kekecewaannya melalui unggahan di Telegram. Ia menilai Rusia telah menutup peluang diplomasi dan tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perang.

Hingga kini, Rusia dan Ukraina masih bertahan pada posisi masing-masing. Moskwa menuntut Ukraina menarik pasukan dari wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia serta membatalkan rencana bergabung dengan NATO.

Sementara itu, Kyiv menolak menyerahkan wilayahnya dan menilai konsesi kepada Rusia berpotensi memicu agresi baru di masa mendatang. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN