Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Usai Serangan AS–Israel di Iran

Mistar.idJumat, 13 Maret 2026 pukul 15.26 WIB
trump_sebut_mojtaba_khamenei_terluka_usai_serangan_asisrael_di_iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kemungkinan mengalami cedera setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.

Dalam wawancara dengan jurnalis Fox News, Brian Kilmeade, yang disiarkan pada Kamis (12/3/2026), Trump menyebut Mojtaba mungkin masih hidup namun diduga mengalami luka akibat serangan tersebut.

“Saya pikir dia mungkin masih hidup. Saya kira dia mengalami cedera, tetapi kemungkinan tetap hidup dalam kondisi tertentu,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Mojtaba Jarang Muncul ke Publik

Sejak diumumkan sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 1 Maret 2026, Mojtaba belum tampil langsung di hadapan publik. Pernyataan pertamanya sebagai pemimpin negara itu disampaikan secara tertulis dan dibacakan oleh presenter televisi pemerintah Iran pada 12 Maret waktu setempat.

Pengangkatan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi terjadi setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan awal yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut juga dilaporkan menewaskan beberapa anggota keluarga Khamenei lainnya.

Laporan Berbeda soal Kondisi Mojtaba

Sejumlah sumber pemerintah Iran memberikan keterangan berbeda mengenai kondisi Mojtaba. Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa Mojtaba hanya mengalami luka ringan dan masih menjalankan aktivitasnya.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran pernah menyebut Mojtaba sebagai “veteran perang yang terluka dalam perang Ramadan”, tanpa memberikan penjelasan rinci tentang jenis cedera yang dialaminya.

Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk Siprus mengatakan kepada media internasional bahwa Mojtaba memang mengalami luka-luka akibat serangan pada akhir Februari.

Namun seorang penasihat pemerintah Iran, Yousef Pezeshkian, menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut dalam kondisi aman dan sehat.

Ancaman Iran dan Ketegangan Kawasan

Dalam pernyataan publik pertamanya, Mojtaba menegaskan Iran akan tetap menutup jalur strategis perdagangan energi dunia, Selat Hormuz. Ia juga menyerukan negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk menutup pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka.

Mojtaba memperingatkan bahwa negara yang tetap memberikan akses pangkalan militer kepada AS berpotensi menjadi target serangan Iran.

Trump Klaim Militer AS Unggul

Dalam pernyataan terpisah di Gedung Putih, Trump memuji kekuatan militer Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Ia menyebut operasi militer berjalan cepat dan efektif.

Trump juga menilai Iran harus menghadapi konsekuensi dari kebijakan yang selama ini dianggap memicu ketegangan di kawasan.

Meski demikian, pernyataan Trump terkait perkembangan konflik sempat berubah-ubah dalam beberapa hari terakhir. Ia pernah menyatakan Amerika Serikat telah unggul dalam konflik tersebut dan bahkan menyebut perang bisa segera berakhir, namun di waktu lain juga menegaskan perlunya operasi militer terus berlanjut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN