Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Klaim jadi Presiden Venezuela Sementara

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 pukul 09.19 WIB
trump_klaim_jadi_presiden_venezuela_sementara

Donald Trump klaim jadi Presiden Venezuela Sementara. (Foto: VOI)

news_banner

Washington D.C, MISTAR.ID

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah gambar yang menampilkan dirinya sebagai “Presiden Sementara Venezuela” melalui media sosial pribadinya, Truth Social.

Mengutip NDTV, unggahan tersebut merupakan hasil suntingan foto yang mencantumkan masa jabatan Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 dan ke-47, seolah-olah ia juga memegang posisi kepemimpinan di Venezuela.

Namun demikian, situs resmi Encyclopaedia Britannica tidak pernah mencatat Donald Trump sebagai pemimpin Venezuela. Hingga saat ini, tidak ada satu pun lembaga internasional yang mengakui klaim tersebut.

Unggahan itu muncul tak lama setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Venezuela pada 3 Januari 2026.

Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke New York untuk menjalani proses hukum atas tuduhan keterlibatan dalam perdagangan narkoba dan senjata.

Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan “mengelola” Venezuela selama masa transisi dengan alasan menjaga keamanan serta stabilitas kawasan. Ia juga menyebut Amerika Serikat akan mengawasi sekaligus menjual minyak Venezuela ke pasar internasional selama periode tersebut.

Pasca penangkapan Maduro, Wakil Presiden Delcy Rodriguez dilantik sebagai presiden sementara. Rodriguez menolak klaim otoritas Amerika Serikat, menuntut pembebasan Maduro, serta menegaskan dirinya sebagai pemimpin sah Venezuela.

Merespons sikap tersebut, Trump memperingatkan bahwa Rodriguez dapat “membayar harga yang sangat mahal” apabila tidak bersedia bekerja sama dengan Washington.

Dikutip dari Anadolu Agency, Rodriguez tetap menjalin komunikasi dengan pemerintahan Trump sepanjang periode ini. Seiring proses tersebut, tim diplomatik dan keamanan Amerika Serikat dilaporkan melakukan kunjungan ke Caracas untuk menilai kemungkinan melanjutkan operasi di Kedutaan Besar AS.

Langkah militer Amerika Serikat itu memicu kritik dari berbagai negara. China, Rusia, Kolombia, dan Spanyol secara terbuka mengecam operasi tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta kedaulatan Venezuela.

Meski menuai kecaman, Trump tetap menyatakan kebijakannya membuahkan hasil. Ia mengklaim Venezuela telah membebaskan sejumlah tahanan politik sebagai bentuk itikad “mencari perdamaian” setelah tindakan Amerika Serikat.

Trump juga mendorong perusahaan-perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat untuk menanamkan investasi hingga US$100 miliar, atau sekitar Rp1.570 triliun, di Venezuela guna mempercepat pemulihan dan peningkatan produksi minyak.

Selain itu, ia memuji kesepakatan dengan Rodriguez terkait pasokan 50 juta barel minyak mentah ke Amerika Serikat. Menurut Trump, tambahan pasokan tersebut akan membantu menekan harga energi di dalam negeri.

Trump turut menandatangani perintah eksekutif guna melindungi dana hasil penjualan minyak Venezuela yang disimpan di Amerika Serikat. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN