Presiden Donald Trump Ingin Kuasai Greenland

Presiden AS Donald Trump. (foto: gettyimagenorth/mistar)
Washington DC, MISTAR.ID
Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) pada masa kepemimpinan pertama Donald Trump, John Bolton, pernah mengungkap alasan mengapa AS sangat menginginkan Greenland.
Sebagaimana dilansir NPR, menurut Bolton, Greenland memiliki arti strategis yang sangat penting bagi keamanan AS dan sekutunya, terutama untuk menangkal potensi ancaman dari Rusia dan China.
Namun, hubungan Trump dan Bolton kerap diwarnai perbedaan pandangan. Bolton akhirnya dipecat pada 2019, tahun yang sama ketika Trump pertama kali secara terbuka menyampaikan ambisinya untuk menguasai Greenland.
Fakta tersebut mengindikasikan keinginan Trump terhadap Greenland telah muncul sejak periode pertamanya menjabat sebagai presiden. Dalam wawancara dengan program All Things Considered pada 11 Februari 2025, Bolton juga menyebut Trump telah merusak peluang diplomasi dengan Denmark untuk memperoleh wilayah semi-otonom tersebut.
Menlu AS: Trump ingin beli Greenland
Sementara itu, Menteri Luar Negara AS Marco Rubio mengatakan kepada para anggota parlemen selama pengarahan tertutup di Capitol Hill pada awal Januari 2026. Dalam rapat tersebut, Rubio menyampaikan bahwa Trump berupaya untuk membeli Greenland.
"Itu memang selalu menjadi niat presiden sejak awal. Dia mengatakannya sejak dini. Maksud saya, ini bukan hal baru. Dia membicarakannya di masa jabatan pertamanya," kata Rubio, dilansir dari ABC News.
Dia juga menambahkan Trump bukan satu-satunya presiden AS yang mempertimbangkan untuk mengakuisisi Greenland. Kendati demikian, sebagai seorang diplomat, Rubio mengatakan upaya mengakuisisi negara lain dilakukan tanpa melalui operasi militer.
Hanya saja, dia tidak mengelak bahwa seorang presiden memiliki kewenangan untuk menggunakan cara militer jika keamanan nasional AS terancam.
Sementara itu, Gedung Putih bersama Trump telah membahas berbagai opsi untuk memperoleh Greenland, termasuk mengerahkan operasi militer.
Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan Trump tetap membuka opsi untuk menggunakan kekuatan militer meskipun diplomasi selalu menjadi pilihan utama.
“Semua opsi selalu terbuka bagi Presiden Trump saat ia mempertimbangkan apa yang terbaik bagi kepentingan Amerika Serikat,” tutur Leavitt.
“Tetapi saya hanya akan mengatakan bahwa pilihan pertama Presiden selalu adalah diplomasi," katanya.
Leavitt juga mengelak anggapan bahwa Trump menolak untuk bekerja sama dengan Denmark.
“Nah, siapa bilang diplomasi tidak terjadi di balik layar? Maksud saya, presiden tertarik pada diplomasi. Tim keamanan nasionalnya juga. Dan tentu saja, dia selalu bersedia mengangkat telepon untuk semua orang dan mendengarkan kekhawatiran mereka,” kata Leavitt.
“Tetapi presiden adalah presiden Amerika Serikat, dan dia akan selalu sangat jelas tentang apa yang menurutnya terbaik bagi bangsa kita,” ucapnya.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















