Trump Bertemu Netanyahu, Tekankan Upaya Diplomatik Terhadap Iran

Trump Bertemu Netanyahu. (Foto: BBC)
Washington, MISTAR.ID
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Washington masih ingin mengedepankan upaya diplomatik dalam menghadapi Iran, meski opsi lain tetap terbuka jika negosiasi gagal.
Pertemuan antara Trump dan Netanyahu berlangsung di Gedung Putih pada Rabu (11/2/2026) dan membahas sejumlah isu strategis, terutama terkait program nuklir dan kemampuan militer Iran.
Menurut sumber yang berbicara kepada CNN, kunjungan Netanyahu bertujuan menyampaikan informasi intelijen terbaru mengenai kemampuan militer Teheran, sekaligus mendorong Amerika Serikat mempertimbangkan tindakan militer terhadap Iran.
Namun, Trump menegaskan bahwa prioritasnya saat ini adalah melanjutkan jalur diplomasi. “Tidak ada kesepakatan pasti yang tercapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran berlanjut,” tulis Trump melalui media sosial setelah pertemuan tersebut.
Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran tetap menjadi fokus utama pemerintahannya. Meski demikian, ia membuka kemungkinan langkah lain apabila perundingan tidak menghasilkan hasil yang diharapkan. Ia juga menyinggung serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Pertemuan yang berlangsung selama sekitar tiga jam itu turut membahas situasi di Jalur Gaza. Trump menekankan pentingnya menjaga perdamaian di Timur Tengah.
Kunjungan Netanyahu ke Washington dilakukan di tengah kembalinya negosiasi antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran. Israel sejak lama menyuarakan kekhawatiran terhadap ambisi nuklir Iran dan mendesak agar isu program nuklir, rudal balistik, serta dukungan Iran terhadap kelompok proksi turut menjadi bagian dalam perundingan.
Kantor Netanyahu menyatakan bahwa sang perdana menteri meminta agar kebutuhan keamanan Israel menjadi pertimbangan utama dalam proses negosiasi antara AS dan Iran.
Sementara itu, Iran menegaskan pembicaraan dengan Amerika Serikat hanya akan berfokus pada program nuklir, dan menolak memasukkan isu lain seperti rudal balistik ke dalam agenda. Teheran juga kembali menyatakan program nuklirnya bertujuan damai dan bersedia mengurangi pengayaan uranium jika seluruh sanksi AS terhadap Iran dicabut. (hm25)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























