Pemerintah Inggris Ubah Logo Pemerintahan, Picu Kritik Oposisi

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
London, MISTAR.ID
Pemerintah Inggris mengganti logo resmi bertuliskan “His Majesty’s Government” menjadi “UK Government” dalam sejumlah dokumen komunikasi publik, keputusan yang langsung memicu kritik dari kalangan oposisi sayap kanan.
Selama ini, laman resmi pemerintah dan berbagai dokumen negara menggunakan logo bertuliskan “HM Government” yang merujuk pada Pemerintah Yang Mulia Raja, yakni Raja Charles III sebagai kepala negara. Pemerintah menyatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi baru.
“Keputusan strategis telah diambil untuk menjadikan ‘UK Government’ sebagai merek utama dalam komunikasi publik,” ujar seorang menteri dari pemerintahan Partai Buruh, seperti dikutip AFP.
Langkah ini menuai kecaman dari sejumlah politisi oposisi Partai Konservatif yang menilai perubahan tersebut tidak menghormati tradisi dan tatanan konstitusional Inggris. Politikus Konservatif Alex Burghart menyebut kebijakan itu sebagai upaya Partai Buruh untuk menghapus tradisi secara diam-diam.
Sebelumnya, di bawah pedoman pemerintahan Konservatif, logo resmi yang dianjurkan adalah Lambang Kerajaan dengan tulisan “HM Government” dan diupayakan digunakan secara luas dalam dokumen resmi negara.
Juru bicara pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan perubahan dilakukan untuk memperjelas identitas dokumen pemerintah. Di sisi lain, aktivis anti-monarki Graham Smith dari kelompok tekanan Republic mendukung kebijakan tersebut karena dinilai mencerminkan pelayanan kepada rakyat.
Perubahan ini juga muncul di tengah menurunnya dukungan publik terhadap monarki Inggris. Smith menyinggung dampak rilis jutaan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein di Amerika Serikat bulan lalu, yang kembali menyoroti dugaan keterlibatan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor, adik Raja Charles III, yang telah dicopot gelar dan status kerajaannya.
Survei Savanta yang dipesan kelompok Republic menunjukkan dukungan terhadap monarki berada di angka 45 persen, lebih rendah dibandingkan jajak pendapat YouGov pada pertengahan Januari yang mencapai 57-59 persen.
Sementara itu, survei YouGov untuk Sky News menunjukkan 45 persen responden menilai Raja Charles III telah berupaya menjaga jarak dari Pangeran Andrew, sementara hampir 40 persen lainnya menilai raja seharusnya mengambil langkah lebih jauh. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Trump Bertemu Netanyahu, Tekankan Upaya Diplomatik Terhadap IranBERITA TERPOPULER























