Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Berencana Deportasi Warga Negara Iran dari AS

Mistar.idMinggu, 25 Januari 2026 pukul 09.20 WIB
trump_berencana_deportasi_warga_negara_iran_dari_as

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Istimewa)

news_banner

Washington, MISTAR.ID

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut berencana memulangkan warga negara Iran dari AS di tengah gelombang demonstrasi berdarah yang memprotes kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Organisasi non-pemerintah Dewan Nasional Iran-Amerika (National Iranian American Council/NIAC) menyatakan telah mengetahui rencana pemerintah AS untuk kembali memulai penerbangan deportasi ke Iran.

“Pemerintahan yang sama yang menjanjikan kepada warga Iran bahwa ‘bantuan sedang dalam perjalanan’ di tengah penindakan mematikan kini secara paksa mengirim warga Iran kembali ke dalam bahaya,” kata Presiden NIAC Jamal Abdi pada Jumat (23/1/2026), seperti dikutip AFP.

NIAC sebelumnya melaporkan bahwa pada September dan Desember, pemerintahan Trump telah melakukan deportasi terhadap sejumlah warga Iran yang berada di AS.

Sementara itu, diplomat yang mewakili kepentingan Teheran di AS, Abolfazl Mehrabadi, mengatakan sekitar 40 warga negara Iran akan dideportasi. Menurut dia, para deportan dijadwalkan berangkat pada Minggu dari Bandara Phoenix, Arizona.

Organisasi advokasi imigran American Immigration Council menyebutkan bahwa di antara mereka terdapat dua pria gay yang menghadapi ancaman hukuman mati jika kembali ke Iran. Kedua orang tersebut saat ini ditahan di pusat penahanan imigrasi di Arizona, dan proses hukum untuk mencegah deportasi masih berlangsung.

Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana deportasi tersebut. Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS juga belum menanggapi permintaan konfirmasi dari AFP.

Jika terealisasi, penerbangan deportasi itu akan menjadi yang pertama ke Iran sejak pemberontakan massal merebak di negara tersebut.

Gelombang protes di Iran telah berlangsung selama beberapa waktu dan menyebabkan ribuan orang tewas serta puluhan fasilitas sipil rusak. Pemerintah Iran menilai aksi yang semula berlangsung damai itu disusupi oleh agen asing, termasuk dari Israel dan AS.

Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya menegaskan tidak akan menoleransi perusakan fasilitas negara. Ribuan orang dilaporkan ditangkap selama aksi berlangsung, menjalani persidangan, dan sejumlah di antaranya divonis hukuman mati.

Presiden Trump berulang kali mengancam akan melancarkan operasi militer terhadap Iran sebagai respons atas tindakan keras pemerintah Khamenei. Namun, Iran dilaporkan menangguhkan sejumlah eksekusi yang direncanakan, sementara ancaman operasi militer AS tersebut hingga kini belum terealisasi. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN