Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Bocah 12 Tahun Tewas Diserang Hiu di Pelabuhan Sydney

Mistar.idSabtu, 24 Januari 2026 13.38
journalist-avatar-top
bocah_12_tahun_tewas_diserang_hiu_di_pelabuhan_sydney_

Ikan hiu. (foto: livescience/mistar)

news_banner

Sydney, MISTAR.ID

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Sydney, Australia, meninggal dunia setelah diserang seekor ikan hiu di perairan Pelabuhan Sydney. Korban diketahui bernama Nico Antic.

Kedua orang tua Nico, Lorena dan Juan Antic, menyampaikan kabar duka tersebut melalui pernyataan resmi. Mereka mengatakan putra mereka meninggal akibat luka serius yang dideritanya setelah serangan hiu yang terjadi pekan lalu.

“Kami sangat berduka menyampaikan bahwa putra kami, Nico, telah meninggal dunia,” ujar keduanya, dikutip dari AFP, Sabtu (24/1/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi saat Nico bersama teman-temannya melompat ke laut dari sebuah batu setinggi sekitar enam meter di kawasan Vaucluse, Sydney bagian timur. Tiba-tiba, seekor hiu besar menyerangnya.

Akibat serangan tersebut, Nico mengalami pendarahan hebat. Ia sempat dievakuasi menggunakan perahu polisi dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Orang tua Nico menggambarkan putra mereka sebagai anak yang ceria, ramah, dan memiliki hati yang baik. “Ia selalu penuh semangat, dan seperti itulah kami akan selalu mengingatnya,” kata mereka.

Kematian Nico menjadi salah satu dari empat kasus serangan hiu yang terjadi di Sydney dalam kurun waktu dua hari. Kondisi ini membuat pihak berwenang menutup puluhan pantai demi keselamatan warga.

Dalam beberapa bulan terakhir, ini merupakan kematian ketiga akibat serangan hiu di wilayah Sydney. Sebelumnya, pada September lalu, seorang peselancar tewas diserang hiu putih besar. Dua bulan berselang, seorang perempuan juga meninggal setelah diserang hiu banteng di perairan utara Sydney.

Para ilmuwan menduga meningkatnya aktivitas manusia di laut serta naiknya suhu air laut memengaruhi pola migrasi hiu, sehingga berpotensi meningkatkan risiko serangan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN