Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Swiss Mau Ikuti Jejak Australia Larang Penggunaan Media Sosial Anak

Mistar.idSenin, 22 Desember 2025 pukul 08.39 WIB
swiss_mau_ikuti_jejak_australia_larang_penggunaan_media_sosial_anak

Bendera Swiss. (Foto: Passpod)

news_banner

Bern, MISTAR.ID

Swiss mulai mempertimbangkan langkah yang sama dengan Australia mengenai pelarangan media sosial bagi anak-anak. Wacana ini mencuat setelah pemerintah menilai perlindungan terhadap anak di ruang digital masih perlu diperkuat.

Pada Minggu (21/12/2025), Menteri Dalam Negeri Swiss, Elisabeth Baume-Schneider, menyatakan negaranya harus mengambil langkah lebih serius untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial.

Pernyataan tersebut membuka peluang diterapkannya larangan atau pembatasan akses media sosial bagi anak dan remaja.

Dalam wawancara dengan harian SonntagsBlick, Baume-Schneider menilai kebijakan yang sudah diterapkan Australia layak dikaji lebih jauh oleh Swiss. Ia juga menyoroti pentingnya diskusi yang tengah berlangsung di Uni Eropa sebagai bahan pertimbangan.

“Perdebatan di Australia dan Uni Eropa sangat relevan. Diskusi semacam ini juga perlu dilakukan di Swiss. Saya terbuka terhadap kemungkinan pelarangan media sosial,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Politikus dari Partai Sosial Demokrat itu menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi berbagai opsi kebijakan, mulai dari larangan langsung bagi anak-anak, pembatasan konten berisiko, hingga pengawasan terhadap algoritma yang dinilai memanfaatkan kerentanan generasi muda.

Ia menambahkan, pembahasan lebih mendalam terkait kebijakan ini direncanakan dimulai tahun depan, dengan dukungan laporan khusus sebagai dasar pengambilan keputusan.

Baume-Schneider juga menekankan tanggung jawab platform media sosial. Menurutnya, perusahaan teknologi tidak bisa lepas tangan dan harus ikut bertanggung jawab atas konten yang dikonsumsi anak-anak dan remaja.

Rencana ini muncul tak lama setelah parlemen kanton Fribourg memutuskan melarang penggunaan ponsel di sekolah bagi anak hingga usia sekitar 15 tahun. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah terbaru di tingkat lokal untuk membatasi penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di Australia sendiri menuai beragam respons. Banyak orang tua dan kelompok pemerhati anak menyambut positif langkah tersebut, meski kritik juga datang dari perusahaan teknologi besar serta kelompok yang menilai kebijakan itu berpotensi membatasi kebebasan berekspresi. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN