Thursday, August 27, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Qatar Kembali Buka Jalur Diplomasi Iran-AS di Tengah Ketegangan

Mistar.idKamis, 27 Agustus 2026 pukul 19.56 WIB
qatar_kembali_buka_jalur_diplomasi_iranas_di_tengah_ketegangan

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani (kiri) bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Teheran, Kamis (27/8/2026), membahas upaya deeskalasi dan pembukaan kembali jalur diplomasi Iran-AS. (foto: Menlu Qatari Ministry of Foreign Affairs/AFP via Al Jazeera)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID - Qatar kembali memainkan peran sebagai penghubung antara Iran dan Amerika Serikat (AS), dengan mendorong dibukanya kembali jalur dialog untuk meredakan konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani tiba di Teheran, Kamis (27/8/2026), dan bertemu sejumlah pejabat Iran.

Dilansir Al Jazeera, pertemuan tersebut membahas upaya menurunkan ketegangan dan menciptakan kondisi yang memungkinkan dialog antara Iran dan AS kembali berjalan. Qatar selama ini menjadi salah satu penghubung tidak langsung antara Washington dan Teheran.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut pertemuan di Teheran juga membahas perkembangan Selat Hormuz, termasuk proyek pembersihan ranjau, selain “upaya mengurangi eskalasi dan menciptakan kondisi yang sesuai untuk dialog”.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan Doha tetap memandang jalur diplomatik sebagai cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan serta menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Namun, belum ada konfirmasi bahwa Washington terlibat langsung dalam pembicaraan di Teheran. Al Jazeera menyebut belum ada kepastian AS ikut dalam aktivitas diplomatik yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Qatar sebelumnya juga terlibat dalam upaya mediasi Iran-AS pada Juni, tetapi kesepakatan yang tercapai saat itu tidak mampu menghentikan konflik secara permanen.

Di tengah dorongan tersebut, Presiden AS Donald Trump belum menunjukkan keinginan untuk segera kembali ke meja perundingan.

Trump kepada Al Jazeera mengatakan dirinya “tidak terburu-buru” untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran.

“Saya tidak memiliki jadwal waktu, berapa pun yang diperlukan,” kata Trump.

Iran sendiri mengonfirmasi kunjungan PM Qatar dan menyatakan pembicaraan mencakup kelanjutan upaya mediasi Doha serta perkembangan regional lainnya.

Iran dan AS juga masih berbeda sikap mengenai Selat Hormuz. Persoalan jalur strategis itu menjadi salah satu isu penting dalam ketegangan kedua negara.

Dengan perkembangan terbaru tersebut, diplomasi Qatar belum menghasilkan perundingan langsung baru antara Washington dan Teheran. Namun, kunjungan Sheikh Mohammed ke Iran menunjukkan upaya membuka kembali jalur dialog masih terus berjalan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN