Penembakan di Situs Bersejarah Meksiko Tewaskan Satu Orang

Situs bersejarah Teotihuacan di Meksiko. (Foto: Settle Times)
Meksiko, MISTAR.ID
Seorang perempuan asal Kanada berusia 32 tahun tewas, sementara 13 orang lainnya mengalami luka-luka setelah seorang pria melepaskan tembakan di kawasan situs bersejarah Teotihuacan, Meksiko, Senin (20/4/2026). Pelaku kemudian mengakhiri hidupnya usai melakukan serangan tersebut.
"Terjadi desak-desak dan kepanikan besar, semua orang berlari bersamaan untuk keluar," kata sepasang suami istri asal Inggris, dikutip dari BBC, Kamis (23/4/2026).
Jaksa setempat mengidentifikasi pelaku sebagai Julio Cesar Jasso Ramirez, warga negara Meksiko. Dalam pernyataan terpisah, kabinet keamanan pemerintah Meksiko menyebutkan 13 korban berusia antara 6 hingga 61 tahun telah mendapat perawatan di rumah sakit.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas. Hingga kini, identitas perempuan tersebut belum diumumkan secara resmi.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan pelaku diduga terpengaruh oleh insiden penembakan massal lain serta menunjukkan tanda-tanda gangguan psikologis.
"Berdasarkan semua indikasi yang diberikan oleh pihak kejaksaan, orang ini menunjukkan tanda-tanda masalah psikologis dan dipengaruhi oleh kejadian yang terjadi di luar negeri," ucapnya.
Baca Juga: 7 Kartel Narkoba Paling Mematikan di Meksiko
Menurut Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko, Jose Luis Cervantes Martinez, pelaku membawa dokumen yang diduga merujuk pada tragedi penembakan di Columbine High School, Amerika Serikat, pada 1999.
"Di antara barang-barang miliknya, pihak berwenang juga menemukan literatur, gambar, dan dokumen yang diduga terkait dengan tindakan kekerasan yang mungkin terjadi di Amerika Serikat pada April 1999," katanya.
Polisi juga menemukan senjata api, senjata tajam, serta peluru aktif di lokasi kejadian. Sekretaris Keamanan Negara, Cristobal Castaneda Camarillo, menyebut dua warga Kolombia, satu warga Rusia, dan satu warga Kanada termasuk di antara korban luka.
Menurut kesaksian pengunjung, pelaku berada di mezanin kuil dan sebagian besar melepaskan tembakan ke udara sambil membawa tablet digital dan berteriak.
Sepasang wisatawan asal London yang tengah memotret Piramida Matahari mengaku melihat orang-orang berlarian sambil berteriak menyebutkan pria bersenjata. Mereka kemudian mengajak rombongan tur segera menuju pintu keluar meski situasi saat itu masih membingungkan.
"Tidak ada evakuasi terkoordinasi sama sekali, kami bisa melihat ada petugas yang berlarian, tetapi tidak satu pun dari mereka yang menyuruh siapa pun untuk pergi," katanya.
Pasangan itu juga mengungkapkan bahwa mereka tidak menjalani pemeriksaan keamanan saat memasuki kawasan wisata, meski membawa ransel.
"Anda tidak pernah menyangka akan menghadapi situasi seperti ini, tetapi pada akhirnya kami baik-baik saja," ujar mereka.
"Menurut saya, pada dasarnya kita adalah pihak yang beruntung, seseorang kehilangan nyawa hari ini," sambungnya.
Teotihuacan merupakan kota kuno yang telah ada jauh sebelum peradaban Aztec dan terkenal dengan piramida-piramida besarnya. Lokasi ini juga direncanakan menjadi tempat pertunjukan malam interaktif bagi wisatawan selama Piala Dunia musim panas tahun ini. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Menaker Amerika Serikat Mundur di Tengah Investigasi PelanggaranNEXT ARTICLE
Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz





















