Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz

Mistar.idKamis, 23 April 2026 pukul 13.20 WIB
iran_sita_dua_kapal_di_selat_hormuz

Kapal di Selat Hormuz. (Foto: Gemini AI)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Meski gencatan senjata diperpanjang, Iran tetap menyita dua kapal di Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026), untuk memperketat pengawasan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Garda Revolusi menyita dua kapal karena diduga melanggar aturan maritim dan membawa keduanya ke perairan Iran.

Dua kapal tersebut adalah Epaminondas berbendera Liberia dan MSC Francesca berbendera Panama.

Dikutip dari Reuters, perusahaan Yunani Technomar Shipping mengonfirmasi bahwa Epaminondas sempat ditembaki sekitar 20 mil laut dari Oman dan mengalami kerusakan di bagian anjungan, meski tidak menimbulkan korban luka.

Sumber keamanan maritim juga menyebut satu kapal lain sempat menjadi sasaran tembakan di wilayah yang sama, tetapi masih bisa melanjutkan pelayaran.

Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan di Selat Hormuz akan dianggap sebagai “garis merah”.

Sedangkan Ketua parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan gencatan senjata tidak memiliki arti selama AS masih memblokade laut terhadap Iran.

“Membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan selama pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata ini terus terjadi,” kata Qalibaf dalam pernyataan di media sosial X.

Ia juga menegaskan Iran tidak akan tunduk pada tekanan.

“Anda tidak mencapai tujuan melalui agresi militer, dan tidak akan mencapainya melalui intimidasi. Satu-satunya jalan adalah mengakui hak rakyat Iran,” ujarnya, seperti dikutip BBC.

Situasi ini menunjukkan belum adanya kemajuan berarti dalam upaya mengakhiri konflik yang dimulai sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Akibatnya, Selat Hormuz belum sepenuhnya terbuka. Sejak perang dimulai, jumlah kapal yang melintas disebut turun drastis dari rata-rata 130 kapal per hari.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada distribusi energi global dan menekan perekonomian banyak negara. Harga minyak mentah dunia pun kembali melonjak, dengan minyak Brent ditutup di atas 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir.

Sementara itu, Gedung Putih menyebut tindakan yang menyita kapal di Selat Hormuz sebagai pembajakan. Namun, insiden tersebut tidak melanggar gencatan senjata karena tidak melibatkan kapal milik AS maupun Israel. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN