Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Israel Kibarkan Bendera di Masjid Al-Aqsa

Mistar.idKamis, 23 April 2026 14.37
EH
israel_kibarkan_bendera_di_masjid_alaqsa

Masjid Al-Aqsa. (Foto: iStock)

news_banner

Yerussalem, MISTAR.ID

Ratusan masyarakat Yahudi Israel dilaporkan menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina, Selasa (21/4/2026), sambil mengibarkan bendera Israel dan melakukan ritual keagamaan di kawasan yang menjadi situs suci ketiga umat Islam tersebut.

Aksi itu dilakukan oleh kelompok dari gerakan ekstremis Yahudi Temple Mount di bawah pengawalan pasukan Israel. Tindakan tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan yang oleh Israel disebut sebagai “Hari Kemerdekaan”.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pemukim berpose di depan Dome of the Rock dan menjalankan ritual di halaman kompleks masjid.

Pemerintah Kegubernuran Yerusalem mengecam insiden itu dan menyebutnya sebagai serangan langsung terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa. Mereka juga menuduh Israel berupaya “meng-Yahudikan” kompleks masjid yang pernah menjadi kiblat pertama umat Islam tersebut.

Dikutip dari The New Arab, otoritas setempat juga melaporkan azan salat Isya di Masjid Al-Aqsa sempat tidak dikumandangkan pada Senin malam. Hal itu bertepatan dengan bunyi sirene peringatan “Hari Memorial” Israel untuk mengenang tentaranya yang tewas.

Penghentian azan saat peringatan tersebut disebut sebagai kejadian tahunan yang biasanya terjadi ketika otoritas Israel menggelar upacara di Western Wall Plaza.

Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem menilai tindakan para pemukim itu sebagai pelanggaran terhadap status quo yang telah lama berlaku di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Kecaman juga datang dari sejumlah negara seperti Pakistan, Qatar, Mesir, dan Yordania.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut pihaknya “mengecam keras penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa yang diberkahi oleh para pemukim di bawah perlindungan polisi Israel, serta pengibaran bendera pendudukan Israel di halaman-halamannya”.

Mesir menilai insiden itu sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, sekaligus provokasi serius terhadap umat Muslim di seluruh dunia yang berpotensi memperburuk ketegangan kawasan.

Dilansir Middle East Monitor, Mesir juga menegaskan penolakan penuh terhadap segala upaya untuk mengubah status hukum dan status quo di Yerusalem, termasuk situs-situs suci Islam dan Kristen di kota tersebut.

Di sisi lain, jurnalis Israel Amit Segal membagikan gambar melalui Telegram yang menunjukkan pasukan Israel mengibarkan bendera di wilayah lain yang diduduki, termasuk Gaza dan Lebanon selatan.

Salah satu video memperlihatkan tentara Israel melambaikan bendera sambil memberi hormat di tengah reruntuhan yang diduga merupakan sebuah desa di Lebanon.

"Prajurit kami menyanyikan Hatikvah di suatu tempat di Lebanon," tulis Segal.

Foto lain juga menunjukkan Rumah Sakit Indonesia di Jabalia, Gaza, menjadi sasaran aksi serupa. Pasukan Israel membentangkan bendera di atas gedung rumah sakit dengan kutipan berbahasa Ibrani dari Taurat.

"Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti singa betina, dan menegakkan dirinya seperti singa," demikian bunyi tulisan pada bendera tersebut.

Rumah Sakit Indonesia, salah satu fasilitas medis terbesar di Gaza, telah berulang kali menjadi target serangan Israel sejak agresi besar-besaran di wilayah itu dimulai. Pada Juli 2025, Israel juga mengebom rumah direktur rumah sakit, Marwan al-Sultan, yang menewaskan dirinya bersama istri, anak-anak perempuan, dan menantunya.

“Hari Kemerdekaan” Israel sendiri merupakan salah satu peringatan nasional terbesar di negara itu. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Nakba bagi rakyat Palestina, yakni tragedi pengusiran ratusan ribu warga Palestina dari tanah mereka saat berdirinya Israel pada 1948. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN