Pakistan dan Afghanistan di Ambang Perang Setelah Negosiasi Perdamaian di Turki Gagal

Bentrokan bersenjata pasukan Pakistan dan Afghanistan di perbatasan. (foto: AFP/Mistar)
Islamabad, MISTAR.ID
Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan semakin meningkat setelah perundingan damai yang digelar di Istanbul, Turki, berakhir tanpa hasil, Rabu (12/11/2025). Kedua pihak saling melempar tudingan atas kebuntuan yang terjadi.
Pemerintah Afghanistan yang dipimpin Taliban menuduh Pakistan bersikap tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki itikad baik dalam proses negosiasi. Sebaliknya, Islamabad menilai Kabul tidak dapat diandalkan dan kerap mengingkari janji yang telah dibuat.
“Kami datang dengan niat baik dan kewenangan penuh, namun pihak Pakistan tidak menunjukkan keseriusan dalam pembicaraan dan berusaha menghindari tanggung jawabnya,” ujar juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dikutip dari MSN.
Mujahid menegaskan Pakistan berupaya mengalihkan persoalan keamanan lintas batas ke Afghanistan, yang membuat dialog kembali menemui jalan buntu. Ia menambahkan, “Tanah Afghanistan tidak akan digunakan untuk menyerang negara mana pun. Kami akan mempertahankan kedaulatan kami dengan cara apa pun.”
Meski menyebut warga Pakistan sebagai saudara sesama Muslim, Mujahid menegaskan membela tanah air merupakan kewajiban setiap warga Afghanistan. “Setiap agresi terhadap Afghanistan akan kami balas dengan tegas,” katanya.
Dari pihak Pakistan, Menteri Pertahanan Khwaja Asif mengakui negosiasi tersebut kembali menemui kebuntuan. “Kabul hanya memberikan jaminan lisan, sementara kami membutuhkan kesepakatan tertulis,” kata Asif.
Dalam beberapa bulan terakhir, bentrokan antara militer Pakistan dan pasukan Taliban di sepanjang perbatasan meningkat tajam. Kondisi ini membuat hubungan kedua negara kembali berada di ambang perang terbuka.
NEXT ARTICLE
Eks PM Korsel Hwang Kyo-ahn Ditahan




















