Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pakistan Angkat Bicara Terkait Keputusan Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Mistar.idRabu, 22 April 2026 10.32
EH
pakistan_angkat_bicara_terkait_keputusan_donald_trump_perpanjang_gencatan_senjata

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. (Foto: CNN Indonesia/Mistar)

news_banner

Islamabad, MISTAR.ID

Pakistan angkat bicara terkait keputusan Donald Trump memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan komitmen negaranya untuk terus mendorong penyelesaian konflik di kawasan Teluk Persia melalui jalur diplomasi.

"Dengan kepercayaan yang diberikan, Pakistan akan melanjutkan upaya sungguh-sungguh untuk penyelesaian konflik melalui negosiasi," kata Sharif pada Rabu (22/4/2026), melalui X.

Ia berharap kedua pihak tetap mematuhi kesepakatan gencatan senjata dan mampu mencapai kesepakatan perdamaian menyeluruh dalam putaran kedua perundingan yang direncanakan berlangsung di Islamabad.

Sebelumnya, putaran lanjutan negosiasi disebut-sebut akan digelar menjelang berakhirnya masa gencatan pertama. AS dan Iran sendiri menyepakati jeda konflik selama dua pekan sejak 7 April, yang berarti berakhir pada 21 April.

Namun hingga tenggat waktu mendekat, perundingan tahap kedua belum juga terlaksana. Teheran berulang kali menegaskan enggan terlibat dalam negosiasi selama masih berada di bawah tekanan atau ancaman dari Washington, dan tidak memberikan kepastian kehadiran hingga sehari sebelum masa gencatan berakhir.

Di sisi lain, delegasi AS sempat dilaporkan siap bertolak, tetapi kemudian membatalkan rencana perjalanan ke Islamabad.

Meski memperpanjang gencatan senjata, Trump tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz serta memerintahkan pasukan AS untuk tetap siaga. Iran pun disebut telah bersiap mengantisipasi kemungkinan serangan mendadak.

Dalam pernyataannya, Sharif juga menyampaikan apresiasi kepada Trump atas keputusan memperpanjang masa gencatan senjata, yang dinilai memberi ruang bagi proses diplomasi.

"Guna memungkinkan upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk berjalan sesuai rencana," kata dia. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN