9.6 C
New York
Sunday, March 3, 2024

Mahkamah Agung Resmi Larang Gerakan LGBT dan Dinyatakan Ekstremis

Moskow, MISTAR.ID

Organisasi atau gerakan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) internasional resmi dilarang di Rusia dan dinyatakan merupakan kelompok ekstremis.

Ini berdasarkan putusan dari Mahkamah Agung Rusia. Kebijakan dimaksud bakal berimbas ke cabang-cabang gerakan tersebut. Pengadilan mengumumkannya, pada Kamis (30/11/23) waktu setempat, tanpa menyebutkan nama organisasi tertentu.

Mulanya gugatan disampaikan awal bulan ini oleh Kementerian Kehakiman Negara Beruang Merah tersebut. Disebutkan, kegiatan gerakan itu dinilai sudah menyebarkan konflik sosial dan agama di Rusia.

Baca juga:Presiden Turki Nilai Hiasan Warna Sidang Umum PBB Simbol LGBTQ

Laporan media Rusia RIA Novosti dilansir Russia Today, pada Jumat (1/12/23), jika sidang digelar tertutup dan berlangsung lebih dari 4 jam, karena perkara itu melibatkan lebih dari 20 materi.

“Tak ada utusan dari gerakan LGBT internasional yang dating selama persidangan. Mereka cuma diwakili kuasa hukum dari Kementerian Kehakiman,” sebut RIA Novosti.

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, negara yang dipimpin Vladimir Putin secara berjenjang memperketat undang-undang yang bermaksud menghadang penyebaran yang dinyatakan ideologi LGBT.

Tahun 2013, Rusia tak memperbolehkan penyebaran propaganda seperti itu di kelompok anak di bawah umur dan memperluas aksi dimaksud terhadap orang dewasa pada bulan Desember lalu.

Baca juga:Bendera Pelangi LGBT Terpasang di AS, Pemilik Toko ini Ditembak

“Denda besar diterapkan untuk siapa pun yang ditetapkan bersalah memperkenalkan hubungan seksual non tradisional, transgenderisme dan pedofilia,” tulis RIA Novosti.

Namun, masih belum pasti golongan pendukung LGBT mana yang akan terpengaruh oleh kebijakan baru ini. Walaupun negara terluas di dunia ini mempunyai kelompok LGBT terbesar.

Jaringan LGBT Rusia adalah sebuah platform sipil yang dibuat pada pertengahan tahun 2000-an untuk menggabungkan organisasi-organisasi regional yang mengadvokasi hak-hak seksual minoritas. Jejaring itu sebelumnya ditetapkan Rusia merupakan mata-mata asing. (cnbc/hm16)

Related Articles

Latest Articles