Monday, June 29, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

KTT ASEAN Dibuka, Presiden Filipina Serukan Persatuan Hadapi Ketidakpastian Global

Mistar.idJumat, 8 Mei 2026 pukul 11.40 WIB
ktt_asean_dibuka_presiden_filipina_serukan_persatuan_hadapi_ketidakpastian_global

KTT ASEAN Dibuka. (Foto: Istimewa)

news_banner

Cebu, MISTAR.ID

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyerukan para pemimpin Asia Tenggara untuk tetap bersatu dan teguh menghadapi ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Jumat (8/5/2026).

Dalam pidato pembukaannya, Marcos menyebut kawasan Asia Tenggara tengah menghadapi momen yang menentukan di tengah disrupsi dan konflik global yang berdampak pada ekonomi, kehidupan masyarakat, serta stabilitas kawasan.

“Kita bertemu di tengah tantangan besar yang terjadi di kawasan kita dan lebih jauh lagi,” ujar Marcos.

Ia menyoroti dampak ketegangan di Timur Tengah terhadap negara-negara ASEAN dan menegaskan bahwa tugas ASEAN harus tetap berjalan meski tantangan terus meningkat.

“Tugas-tugas ASEAN harus dilanjutkan, bukan karena tantangannya, tetapi karena waktu menuntut jawaban kita atas tantangan tersebut,” katanya.

Marcos mengungkapkan, pelaksanaan pertemuan ASEAN tahun ini turut disesuaikan dengan mengurangi kegiatan non-esensial dan mengubah sejumlah agenda menjadi pertemuan daring.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi tekanan energi dan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, Marcos menegaskan ASEAN tetap berkomitmen menjaga kerja sama kawasan dan memperkuat respons regional melalui koordinasi antarmenteri luar negeri, ekonomi, pertanian, dan energi.

“ASEAN senantiasa mendapatkan kekuatannya bukan dari keseragaman, tetapi dari persatuannya,” ujarnya.

Sebelum pembukaan KTT ke-48 ASEAN, Marcos bersama Ibu Negara Liza Araneta-Marcos menyambut para pemimpin negara ASEAN dan pendamping di lokasi pertemuan.

Sejumlah pemimpin yang hadir di antaranya Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Presiden RI Prabowo Subianto, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, serta Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Turut hadir Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, dan Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung.

Sementara Myanmar diwakili Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri, U Hau Khan Sum. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN