Jeddah Tower Tembus 118 Lantai, Benarkah Calon Gedung Tertinggi Dunia Sudah Separuh Jadi?

Proyek Jeddah Tower. (Foto: Wikimedia)
Arab Saudi, MISTAR.ID - Pembangunan Jeddah Tower di Jeddah, Arab Saudi, terus menunjukkan kemajuan setelah sempat terhenti selama beberapa tahun. Gedung pencakar langit yang dirancang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 meter itu kini semakin mendekati ambisinya menjadi bangunan tertinggi di dunia.
Berdasarkan laporan media industri konstruksi MEED pada 6 Oktober 2026, struktur menara tersebut telah mencapai lantai ke-118 dengan ketinggian sekitar 474 meter.
Meski demikian, progres tersebut belum berarti Jeddah Tower telah selesai dibangun hampir tiga perempatnya. Persentase jumlah lantai dan ketinggian merupakan indikator kemajuan struktur, sedangkan penyelesaian keseluruhan proyek juga mencakup pemasangan fasad, sistem mekanikal dan elektrikal, serta pengerjaan interior.
Jeddah Tower Sudah Mencapai Ketinggian 474 Meter
Jeddah Tower dirancang memiliki ketinggian sekitar 1.008 meter. Dengan posisi bangunan mencapai 474 meter, menara tersebut telah mencapai sekitar 47 persen dari target ketinggian akhirnya.
Pencapaian ini menjadi perkembangan penting bagi proyek yang digadang-gadang melampaui Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab. Burj Khalifa saat ini memiliki ketinggian 828 meter.
Apabila target desain Jeddah Tower tercapai, bangunan tersebut akan melampaui Burj Khalifa dan menjadi gedung pertama yang menembus ketinggian satu kilometer.
Dari sisi jumlah lantai, progres Jeddah Tower juga terus meningkat. Kontrak pembangunan yang diumumkan pada 2024 menyebutkan rencana bangunan dengan total 157 lantai.
Jika dibandingkan dengan jumlah tersebut, pencapaian lantai ke-118 setara dengan sekitar 75 persen dari total lantai yang direncanakan. Namun, angka ini tidak bisa digunakan sebagai ukuran langsung untuk menyatakan seluruh proyek telah selesai 75 persen.
Progres Beton Sebelumnya Mencapai 50 Persen
Dalam laporan perusahaan Kingdom Holding Company (KHC) pada Maret 2026, pembangunan Jeddah Tower telah mencapai lantai ke-91 dengan ketinggian sekitar 370 meter.
Pada periode yang sama, volume beton yang telah dicor dilaporkan melampaui 65.000 meter kubik, atau sekitar 50 persen dari total kebutuhan beton proyek.
Angka tersebut menunjukkan besarnya pekerjaan struktur yang telah dilakukan. Namun, persentase penggunaan beton berbeda dengan persentase penyelesaian keseluruhan bangunan.
Proyek pencakar langit membutuhkan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari fondasi, struktur utama, sistem fasad, instalasi utilitas, hingga penyelesaian interior. Setiap tahapan memiliki tingkat kesulitan dan durasi pengerjaan yang berbeda.
Karena itu, penilaian terhadap progres Jeddah Tower perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar volume beton, ketinggian, atau jumlah lantai yang telah berdiri.
Pemasangan Fasad dan Instalasi Gedung Mulai Berjalan
Pekerjaan Jeddah Tower kini tidak hanya berfokus pada pembangunan struktur vertikal. Dalam presentasi perusahaan pada Maret 2026, KHC menyebut proses fabrikasi fasad telah berlangsung dan pemasangan fasad telah dilakukan pada lebih dari 10 lantai.
Pemasangan fasad menjadi bagian penting karena menara ini dirancang memiliki tampilan modern dengan elemen kaca yang menutupi bagian luar bangunan.
Selain itu, pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan perpipaan atau mechanical, electrical, and plumbing (MEP) juga telah berlangsung pada area perkantoran di lantai 7 hingga 14.
KHC turut melaporkan bahwa pengerjaan struktur dapat mencapai siklus sekitar lima hari untuk setiap lantai. Kecepatan tersebut membantu mempercepat pembangunan, meskipun penyelesaian akhir tetap bergantung pada koordinasi berbagai pekerjaan konstruksi.
Jeddah Tower dirancang sebagai bangunan multifungsi. Fasilitas yang direncanakan meliputi hotel Four Seasons, apartemen, hunian bermerek, ruang perkantoran, dan dek observasi.
Sempat Terhenti, Pembangunan Dilanjutkan pada 2025
Jeddah Tower merupakan bagian utama dari pengembangan Jeddah Economic City, sebuah kawasan terpadu yang direncanakan mencakup area sekitar 5,3 juta meter persegi.
Pada 2 Oktober 2024, Kingdom Holding Company mengumumkan perjanjian dengan Saudi Binladin Group untuk melanjutkan pembangunan menara tersebut.
Nilai kontraknya mencapai 7,2 miliar riyal Saudi, termasuk sekitar 1,1 miliar riyal untuk pekerjaan konstruksi yang telah diselesaikan sebelumnya. Periode pelaksanaan yang diperkirakan dalam perjanjian itu adalah 42 bulan.
Saat kesepakatan diumumkan, struktur bangunan baru mencapai lantai ke-63 dari total 157 lantai yang direncanakan.
Konstruksi kemudian kembali berjalan pada Januari 2025. Dalam laporan tahunannya, KHC menyebut pembangunan telah mencapai lantai ke-74. Pada Maret 2026, progresnya meningkat menjadi lantai ke-91, sebelum kembali bertambah pada Oktober 2026.
Perkembangan tersebut menandai berlanjutnya proyek yang sebelumnya mengalami penghentian panjang dan berbagai kendala pelaksanaan.
Kapan Jeddah Tower Selesai Dibangun?
Kingdom Holding Company menargetkan Jeddah Tower selesai pada 2028. Target serupa juga disebut dalam laporan MEED pada Oktober 2026.
Jadwal penyelesaian yang sebelumnya mengarah ke Agustus 2028 dilaporkan bergeser ke penghujung tahun tersebut. Meski begitu, target tersebut tetap bergantung pada kelancaran pekerjaan konstruksi, pemasangan sistem bangunan, dan penyelesaian fasilitas di dalam menara.
Membangun gedung setinggi lebih dari satu kilometer memiliki tantangan teknis yang kompleks. Selain struktur utama, pengembang harus memastikan sistem lift, keselamatan kebakaran, sirkulasi udara, pasokan listrik, dan berbagai fasilitas lain berfungsi sesuai kebutuhan bangunan supertinggi.
Karena itu, tercapainya ketinggian tertentu belum otomatis menandakan bangunan siap digunakan.
Jeddah Tower Berambisi Lampaui Burj Khalifa
Jika rampung sesuai desain, Jeddah Tower akan menjadi tonggak baru dalam pembangunan gedung pencakar langit dunia.
Dengan target ketinggian sekitar 1.008 meter, menara ini dirancang melampaui Burj Khalifa yang memiliki tinggi 828 meter. Proyek tersebut juga menjadi simbol ambisi Arab Saudi dalam mengembangkan kawasan perkotaan, investasi, dan infrastruktur berskala besar.
Meski struktur bangunan telah mencapai ratusan meter dan lebih dari seratus lantai, belum tepat menyebut Jeddah Tower telah selesai separuh hanya berdasarkan satu indikator konstruksi.
Ketinggian, jumlah lantai, volume beton, dan pemasangan fasad menggambarkan aspek kemajuan yang berbeda. Persentase penyelesaian keseluruhan proyek baru dapat dinilai secara lebih akurat dengan mempertimbangkan seluruh tahapan konstruksi hingga bangunan siap beroperasi.




















































