Riyadh Arab Saudi Diguncang Ledakan, Diplomat Asing hingga Siswa Diminta Berlindung

Kobaran api terlihat dari kilang Aramco di sebelah selatan Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2026). (Foot: Reuters)
Riyadh, MISTAR.ID – Situasi di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dilaporkan semakin tegang setelah sejumlah ledakan terdengar pada Kamis (8/10/2026) siang waktu setempat.
Laporan AFP menyebut suara dentuman keras terdengar ketika konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi dari Yaman kembali meningkat.
Houthi sebelumnya dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas penting di Arab Saudi, termasuk bandara, infrastruktur strategis, dan instalasi militer.
Diplomat dan Siswa Diminta Berlindung
Di tengah situasi tersebut, sejumlah diplomat asing di Riyadh dilaporkan diminta berlindung di tempat perlindungan atau shelter.
Warga negara asing juga mendapat imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tersebut turut berdampak pada sekolah-sekolah internasional di ibu kota Saudi.
Salah satu sekolah bahkan mengevakuasi para siswanya ke ruang bawah tanah sebagai langkah keselamatan.
Situasi serupa terjadi di kawasan pusat bisnis King Abdullah Financial District. Menurut keterangan yang diperoleh AFP dari pekerja di kawasan tersebut, sejumlah perusahaan dilaporkan mulai mengevakuasi staf mereka.
Tiga Orang Tewas dalam Serangan Bandara
Ketegangan meningkat setelah serangkaian serangan menyasar dua bandara internasional di Arab Saudi.
Otoritas penerbangan sipil Saudi sebelumnya menyatakan Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10).
Serangan tersebut menewaskan tiga orang. Dua korban merupakan warga negara Mesir dan Aljazair yang berada di Bandara Abha, sementara satu korban lainnya merupakan warga negara Sudan yang berada di Bandara Riyadh.
Selain korban jiwa, sebanyak 36 orang dilaporkan mengalami luka akibat serangan tersebut.
Konflik Saudi-Houthi Kembali Memanas
Konflik antara Arab Saudi dan Houthi sebenarnya sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022.
Ketegangan kembali meningkat sejak Juli 2026 ketika serangan lintas perbatasan kembali terjadi. Saudi kemudian melancarkan serangan ke Sanaa setelah Houthi menyerang wilayah Al-Jawf.
Situasi semakin memburuk pada September. Houthi melancarkan sejumlah serangan menggunakan rudal dan drone ke wilayah selatan Arab Saudi.
Sasaran yang dilaporkan termasuk fasilitas energi dan instalasi militer. Kelompok tersebut juga mulai menyerang kapal yang memiliki keterkaitan dengan Saudi di Laut Merah serta mengumumkan pembatasan terhadap pelayaran yang menuju atau terkait dengan Arab Saudi.
Perkembangan terbaru di Riyadh menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua pihak kembali memasuki fase yang lebih serius, dengan dampak yang mulai dirasakan langsung oleh warga sipil, pekerja, dan komunitas asing di ibu kota Saudi.


















































