Inggris–Norwegia Bentuk Armada Gabungan Buru Kapal Selam Intel Rusia di Atlantik Utara

Dua negara NATO bakal membentuk armada angkatan laut gabungan yang dirancang khusus memburu kapal selam diduga mata-mata Rusia di Atlantik Utara. (foto: Released/Mistar)
London, MISTAR.ID
Dua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yakni Inggris dan Norwegia, sepakat membentuk armada angkatan laut gabungan yang difokuskan untuk memburu kapal selam yang diduga digunakan intelijen Rusia di Atlantik Utara.
Rencana kerja sama itu dituangkan dalam Perjanjian Lunna House yang ditandatangani, Kamis (4/12/2025). Pakta tersebut bertujuan memperkuat pertahanan kedua negara dari ancaman Rusia yang terus memperluas aktivitas militer dan intelijennya di kawasan tersebut.
“Dengan banyaknya kapal Rusia yang terdeteksi di wilayah perairan kita, kita harus bekerja sama dengan mitra internasional untuk menjaga keamanan nasional,” ujar Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer dalam pernyataan resminya.
Starmer menyebut perjanjian itu sebagai langkah bersejarah yang dapat meningkatkan kemampuan kedua negara dalam melindungi perbatasan serta infrastruktur vital. “Melalui kerja sama ini, kami meningkatkan keamanan, mendukung ribuan lapangan kerja, dan menampilkan kemampuan industri perkapalan kelas dunia Inggris,” katanya.
Perjanjian tersebut ditandatangani Menteri Pertahanan Inggris John Healey dan Menteri Pertahanan Norwegia Tore O Sandvik. Melalui pakta ini, kedua negara akan melakukan patroli gabungan di Atlantik Utara, berlatih bersama di kawasan Arktik, serta mengembangkan teknologi pertahanan terbaru.
Inggris juga akan bergabung dalam program Norwegia untuk pengembangan kapal induk pemburu ranjau tak berawak serta sistem peperangan bawah laut. Korps Marinir Inggris pun akan menjalani pelatihan di Norwegia untuk menghadapi pertempuran dalam suhu ekstrem.
Selain itu, kedua negara bersepakat memperkuat kolaborasi dalam penggunaan torpedo 'ikan pari' buatan Inggris, menyelenggarakan latihan dan simulasi perang gabungan, serta memimpin penerapan sistem otonom NATO di High North. Inggris juga akan mengadopsi rudal serang buatan Norwegia yang mampu menghancurkan kapal musuh pada jarak lebih dari 100 mil.
“Inti dari perjanjian ini adalah pembentukan armada gabungan fregat anti-kapal selam Tipe 26, delapan milik Inggris dan sedikitnya lima milik Norwegia,” bunyi pernyataan resmi pemerintah Inggris.
Perjanjian ini muncul setelah meningkatnya aktivitas kapal Rusia hingga 30 persen dalam dua tahun terakhir, yang dinilai mengancam keamanan maritim Inggris dan Eropa. Kekhawatiran juga meningkat terkait risiko terhadap kabel komunikasi dan jaringan pipa bawah laut yang menjadi infrastruktur vital bagi sistem keuangan dan komunikasi Inggris. (hm24)
BERITA TERPOPULER























