Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Eks Ajudan PM Anwar Ibrahim Didakwa dalam Kasus Dugaan Suap di Sabah

Mistar.idKamis, 4 Desember 2025 20.55
journalist-avatar-top
eks_ajudan_pm_anwar_ibrahim_didakwa_dalam_kasus_dugaan_suap_di_sabah

Ilustrasi. (foto: iStock/Mistar)

news_banner

Kuala Lumpur, MISTAR.ID

Mantan ajudan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, Shamsul Iskandar Mohd Akin, menjalani sidang dakwaan kasus korupsi di Pengadilan Kuala Lumpur, Kamis (4/12/2025). Polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis.

Sejak pukul 07.00 waktu setempat, warga dan awak media memadati area pengadilan meski diguyur hujan deras. Sidang dimulai pada pukul 09.00. Shamsul hadir mengenakan kemeja lengan pendek bermotif hijau toska dan kuning.

Sementara itu, pengusaha Albert Tei, yang turut menjadi terdakwa, tampak mengenakan kaos berkerah hijau toska. Keduanya tiba dengan pengawalan aparat, seperti diberitakan New Straits Times.

Shamsul dan Tei menghadapi empat dakwaan terkait dugaan pemberian uang dan barang bernilai 176.829 ringgit, atau sekitar Rp712 juta, terkait persetujuan lisensi eksplorasi mineral di Sabah. Baik Shamsul maupun Tei membantah tuduhan tersebut. Tei didakwa menawarkan suap antara November 2023 hingga Maret 2024.

Komisioner Utama Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Azam Baki, sebelumnya telah mengonfirmasi keduanya akan didakwa dengan empat pasal.

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Anwar menegaskan pemerintah tidak akan ikut campur dalam proses hukum yang ditangani MACC. “Dalam kasus yang sedang diselidiki MACC, apa lagi yang mereka minta dari saya? Dia sudah diborgol dan mengenakan seragam oranye,” ujar Anwar, dikutip The Star.

“Kalau saya memiliki pengaruh, tentu banyak kasus serius yang tidak ada penangkapannya. Masih belum puas?” katanya.

Shamsul dan Tei sebelumnya ditahan pada 29 November setelah Pengadilan Magistrat Putrajaya menyetujui permohonan MACC untuk melanjutkan penyelidikan. Kasus ini terkait dugaan bahwa Tei menyuap Shamsul guna memperoleh kembali sejumlah dana yang diduga disalurkan kepada beberapa anggota dewan di Sabah, sebagaimana dilaporkan Bernama. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN