Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Dubes Iran Respons Terkait Pasukan Perdamaian Gaza Pertama dari RI

Mistar.idRabu, 11 Februari 2026 11.25
AN
dubes_iran_respons_terkait_pasukan_perdamaian_gaza_pertama_dari_ri

Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. (Foto: Detikcom/Dwi Rahmawati)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan menghormati keputusan Republik Indonesia (RI) terkait laporan rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina, di bawah skema Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi usai acara peringatan Hari Nasional Iran dan peringatan ke-47 Kemenangan Revolusi Islam Iran di Jakarta, Selasa (10/2/2026) malam. Ia menegaskan setiap negara memiliki kepentingan masing-masing dalam mengambil keputusan.

"Indonesia memutuskan kepentingannya sendiri. Saya tidak akan ikut campur dalam keputusan Indonesia. Saya menghormati semua keputusan yang diambil pemerintah Indonesia untuk rakyatnya," kata Boroujerdi kepada awak media, yang dilansir dari CNNIndonesia.

Ia juga menekankan bahwa rencana tersebut tidak akan memengaruhi hubungan persahabatan antara Indonesia dan Iran.

Terkait pembentukan Board of Peace (BoP), Boroujerdi menyampaikan keraguannya mengenai efektivitas badan tersebut dalam menyelesaikan konflik di Gaza. Meski demikian, ia tidak secara tegas menilai apakah gagasan tersebut baik atau buruk.

Sebelumnya, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada November 2025 mengesahkan resolusi usulan Amerika Serikat yang membentuk BoP dan memberi mandat pembentukan ISF untuk menjaga stabilitas Gaza serta mengoordinasikan rekonstruksi hingga 2027.

Sejumlah laporan media internasional menyebut Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang mengirim pasukan dalam misi tersebut. Pasukan ISF direncanakan bertugas mengawasi gencatan senjata dan menangani isu perbatasan tanpa terlibat langsung dalam konfrontasi dengan Hamas.

Namun, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan RI Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan pemerintah masih melakukan persiapan dan koordinasi sambil menunggu mandat internasional serta keputusan resmi.

"Terkait kabar bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang mengirim pasukan, kami belum dapat mengonfirmasi informasi tersebut," ujar Rico.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Indonesia berpotensi mengirim sekitar 8.000 prajurit sebagai bagian dari total 20.000 personel dalam misi tersebut. Ia menegaskan skema pengiriman, jumlah personel, serta lokasi penempatan masih dalam tahap pembahasan dan menunggu kesepakatan internasional.

Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian sebagai bagian dari komitmen mendukung stabilitas kawasan, apabila keputusan resmi dan pengaturan misi telah ditetapkan. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN