Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Bentrokan Kelompok Bersenjata di Kolombia Tewaskan 48 Orang

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 08.39 WIB
bentrokan_kelompok_bersenjata_di_kolombia_tewaskan_48_orang

Ilustrasi. (Foto: The Guardian)

news_banner

Kolombia, MISTAR.ID

Bentrokan antara dua faksi pecahan kelompok gerilya Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) di wilayah Amazon, Kolombia, menewaskan 48 orang. Insiden berdarah itu terjadi menjelang pemilihan presiden Kolombia yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026.

Dilansir AFP, Jumat (29/5/2026), pertempuran terjadi di dusun Vereda Piripal, wilayah yang dikenal sebagai basis historis FARC. Wali Kota San Jose del Guaviare, Willy Rodriguez, mengatakan korban tewas masih berada di lokasi karena tim penyelamat belum berhasil menjangkau area bentrokan.

“Jenazah-jenazah tergeletak bertumpuk di sana, mereka perlu segera dievakuasi,” kata Rodriguez kepada AFP melalui sambungan telepon.

Rodriguez menyebut jumlah korban sementara diperoleh dari laporan masyarakat setempat. Sementara itu, sumber militer mengatakan bentrokan telah berlangsung sejak Senin (25/5/2026).

Hingga kini belum diketahui apakah pertempuran masih berlangsung. Lokasi bentrokan yang berada di kawasan hutan membuat akses menuju area tersebut sulit dijangkau.

Kolombia sendiri tengah menghadapi gelombang kekerasan terburuk sejak FARC menandatangani perjanjian damai dan meletakkan senjata pada 2016 setelah konflik bersenjata selama lebih dari 50 tahun.

Berbagai kelompok pecahan gerilyawan kini saling berebut pengaruh di wilayah-wilayah hutan yang sebelumnya dikuasai FARC, termasuk perebutan keuntungan dari perdagangan narkoba dan pertambangan ilegal.

Insiden ini menjadi pukulan bagi kebijakan “perdamaian total” Presiden Gustavo Petro yang dinilai belum berhasil meredam konflik bersenjata di negara tersebut.

Isu keamanan menjadi perhatian utama menjelang pemilu presiden Kolombia. Kampanye pemilu diwarnai berbagai aksi kekerasan, mulai dari pembunuhan, penculikan, hingga serangan bom.

Menteri Pertahanan Pedro Sanchez mengatakan pemerintah telah mengerahkan sekitar 408 ribu personel keamanan untuk mengamankan jalannya pemungutan suara.

“Pesawat, kapal, drone, sistem anti-drone, dan kendaraan lapis baja disiapkan untuk memastikan pemilu berlangsung aman dan damai,” ujar Sanchez.

Jika tidak ada kandidat yang memperoleh lebih dari 50 persen suara, putaran kedua pemilu akan digelar pada 21 Juni 2026. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN