Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Pertimbangkan untuk Pindahkan Uranium ke China

Mistar.idKamis, 28 Mei 2026 pukul 13.59 WIB
iran_pertimbangkan_untuk_pindahkan_uranium_ke_china

Sentrifugal berjajar di fasilitas pengayaan uranium Iran. (Foto: Istimewa)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan memindahkan uranium yang telah diperkaya ke China di tengah negosiasi dengan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran.

Sejumlah media menyebut langkah tersebut muncul setelah AS meminta Iran memusnahkan atau memindahkan uranium yang telah diperkaya ke negara lain. Uranium itu dinilai sebagai bahan utama dalam pembuatan senjata nuklir.

Dikutip dari Jerusalem Post, permintaan tersebut disampaikan Washington dalam rangkaian negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran yang masih berlangsung.

Menanggapi laporan itu, Kementerian Luar Negeri China tidak membenarkan maupun membantah kabar tersebut. Dalam konferensi pers pada Selasa (26/5/2026), juru bicara Kemlu China Mao Ning mengatakan Beijing terus menjaga komunikasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk Iran.

“Sejak perang pecah antara AS-Israel dan Iran, China telah menjaga komunikasi erat dengan semua pihak terkait, termasuk Iran, dan terus bekerja tanpa lelah untuk menghentikan pertempuran serta mendorong perdamaian,” ujar Mao Ning.

China, lanjut Mao, mendukung penyelesaian damai atas isu nuklir Iran melalui dialog dan negosiasi. Beijing juga berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan momentum untuk mencapai solusi yang mempertimbangkan kepentingan semua pihak.

Mao menambahkan bahwa China siap memainkan peran konstruktif dalam penyelesaian politik dan diplomatik terkait isu nuklir Iran, sekaligus menjaga rezim internasional nonproliferasi nuklir.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Iran terkait laporan pemindahan uranium tersebut. Belum jelas pula apakah opsi pemindahan uranium ke China merupakan posisi resmi Teheran dalam negosiasi atau hanya strategi untuk menguji sikap AS.

Sebelumnya, dalam kesepakatan nuklir era Presiden Barack Obama pada 2015, sebagian besar uranium Iran dipindahkan ke Rusia. Namun, pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, AS keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA sehingga Iran kembali melanjutkan pengembangan program nuklirnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN