AS Serang Fasilitas Militer Iran di Tengah Gencatan Senjata yang Memanas

AS melancarkan serangan ke sejumlah situs militer Iran, termasuk situs peluncuran rudal hingga markas komando intelijen kala gencatan senjata masih berlaku. (Foto: US Navy)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran di tengah situasi gencatan senjata yang semakin tegang. Serangan tersebut dilaporkan menyasar lokasi peluncuran rudal, pusat pengendalian drone, hingga markas intelijen Iran pada Kamis (7/5).
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyebut operasi dilakukan sebagai bentuk respons atas serangkaian serangan yang ditujukan kepada kapal perang Amerika di sekitar Selat Hormuz dan Teluk Oman. Menurut pihak AS, beberapa kapal perang mereka diserang menggunakan rudal, drone, dan kapal kecil milik Iran saat melintas di jalur internasional.
Meski demikian, militer AS memastikan tidak ada kapal maupun personel mereka yang mengalami kerusakan atau korban dalam insiden tersebut. Operasi balasan kemudian dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk wilayah Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.
Ketegangan kedua negara meningkat dalam beberapa hari terakhir meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku sejak awal April. Sebelumnya, militer AS juga menghentikan sebuah kapal tanker berbendera Iran di Teluk Oman dengan alasan melanggar blokade yang diterapkan Washington.
Di sisi lain, pihak Iran menuduh serangan udara AS turut menghantam wilayah sipil di kawasan pesisir selatan negaranya. Teheran juga menilai tindakan Washington sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Situasi ini memicu kekhawatiran internasional terhadap kemungkinan pecahnya konflik terbuka baru di kawasan Timur Tengah, terutama di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu pusat distribusi energi dunia.





















