Monday, June 29, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Klaim Program Nuklir Iran Lumpuh Usai Operasi Epic Fury, Laporan Satelit Bantah

Mistar.idRabu, 6 Mei 2026 pukul 21.49 WIB
as_klaim_program_nuklir_iran_lumpuh_usai_operasi_epic_fury_laporan_satelit_bantah

Menlu AS Marco Rubio menyatakan Operasi Epic Fury di Iran sudah berakhir dan mengeklaim Teheran sudah tak bisa lagi memproduksi senjata nuklir. (Foto: AFP/Andrew Caballero-Reynolds)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa Iran kini tidak lagi memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir setelah berakhirnya operasi militer besar yang dilancarkan Washington.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rubio mengumumkan bahwa Operasi Epic Fury telah resmi berakhir. Ia menegaskan bahwa seluruh tujuan utama operasi tersebut telah tercapai, termasuk melemahkan program nuklir Iran.

Menurut Rubio, kemampuan Iran untuk menyembunyikan aktivitas nuklirnya kini telah hilang sepenuhnya. Ia menyebut hal itu sebagai pencapaian besar dari operasi yang menjadi sorotan global tersebut.

Pemerintahan Donald Trump, lanjut Rubio, kini mengalihkan fokus pada upaya diplomasi. Washington disebut lebih memilih jalur negosiasi untuk meredakan ketegangan dengan Teheran.

“Presiden menginginkan kesepakatan. Ia lebih memilih duduk bersama untuk membahas semua isu utama dan memastikan jalur strategis seperti Selat Hormuz tetap terbuka bagi dunia,” ujarnya.

Namun, klaim pemerintah AS tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan temuan independen. Laporan media internasional berdasarkan analisis citra satelit menunjukkan bahwa sebagian infrastruktur nuklir Iran masih bertahan.

Beberapa fasilitas kunci dilaporkan mengalami kerusakan berat, tetapi bagian penting seperti penyimpanan uranium yang telah diperkaya disebut masih utuh. Aktivitas juga masih terpantau di sejumlah lokasi strategis.

Salah satunya adalah Tambang Uranium Saghand yang dilaporkan tidak mengalami kerusakan signifikan. Peralatan berat bahkan masih terlihat beroperasi di area tersebut.

Selain itu, Fasilitas Konversi Uranium Isfahan juga disebut masih menyimpan material penting, meski terdapat indikasi upaya penyembunyian pascaserangan.

Penutupan akses ke beberapa terowongan bawah tanah di sekitar fasilitas tersebut juga memicu spekulasi bahwa Iran masih menyimpan aset strategis yang belum terungkap.

Konflik antara AS, Israel, dan Iran sendiri dipicu oleh kekhawatiran terhadap program nuklir Teheran. Washington menilai program tersebut berpotensi menghasilkan senjata nuklir, sementara Iran bersikeras bahwa pengembangannya ditujukan untuk kepentingan sipil.

Hingga kini, ketegangan masih berlangsung dan proses negosiasi belum menunjukkan titik terang, meskipun tekanan internasional untuk mencapai solusi damai terus meningkat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN