AS Hentikan Blokade Iran, Kesepakatan Perdamaian Mulai Berjalan

Kapal AS. (Foto: Centcom)
Washington DC, MISTAR.ID
Pemerintah Amerika Serikat mulai menjalankan salah satu poin penting dalam nota kesepahaman (MoU) dengan Iran dengan menghentikan blokade terhadap jalur pelayaran menuju dan keluar dari wilayah Iran.
Keputusan tersebut diumumkan Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) pada Jumat (19/6/2026). Melalui pernyataan resmi, militer AS memastikan tidak lagi menghambat aktivitas kapal yang beroperasi dari maupun menuju pelabuhan Iran di kawasan Teluk Arab dan Teluk Oman.
"Pasukan Amerika tidak menghalangi transit kapal dari atau ke pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," kata Centcom, seperti dikutip Al Arabiya.
Centcom menegaskan seluruh operasi penegakan blokade yang sebelumnya diberlakukan telah dihentikan sesuai instruksi Presiden Donald Trump.
"Hari ini, pasukan AS mencabut blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, sesuai dengan perintah Presiden," tulis Centcom melalui akun X.
Meski blokade telah dicabut, Angkatan Laut Amerika Serikat tetap akan mempertahankan kehadirannya di kawasan guna mengawasi pelaksanaan kesepakatan yang telah dicapai kedua negara.
"Semua upaya penegakan blokade militer AS telah dihentikan. Kapal-kapal Angkatan Laut kami yang hebat akan tetap berada di wilayah tersebut untuk memastikan bahwa semua aspek perjanjian dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya," lanjut pernyataan tersebut.
Pencabutan blokade laut ini menjadi bagian dari implementasi MoU antara Amerika Serikat dan Iran yang dirancang untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan itu ditandatangani Presiden Donald Trump pada Rabu (17/6/2026) malam waktu setempat saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Prancis di Istana Versailles, usai rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.
"Baru saja menandatanganinya," kata Trump saat meninggalkan lokasi acara, sebagaimana dilaporkan AFP.
Di Teheran, pemerintah Iran juga memastikan proses penandatanganan telah rampung. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut dokumen kesepakatan tersebut kini memasuki tahap pelaksanaan.
"Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden, sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," ujar Baqaei, dikutip kantor berita resmi IRNA.
Ia menjelaskan bahwa dokumen tersebut ditandatangani secara elektronik oleh kedua kepala negara tanpa pertemuan langsung.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengingatkan Amerika Serikat agar mematuhi seluruh isi kesepakatan yang telah disetujui. Menurutnya, Iran tidak akan tinggal diam apabila terdapat pelanggaran terhadap MoU tersebut.
Dalam pernyataannya di platform X, Ghalibaf menegaskan Teheran siap memberikan respons keras jika menemukan adanya tindakan yang dianggap melanggar perjanjian.
"Jika terjadi itikad buruk, pelanggaran kontrak, dan tuntutan berlebihan dari pihak lawan, kami tidak akan ragu untuk memberikan respons yang menghancurkan kepada musuh," kata Ghalibaf.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski langkah awal perdamaian telah dimulai dengan pencabutan blokade maritim, hubungan antara Washington dan Teheran masih dibayangi sikap saling waspada dalam pelaksanaan kesepakatan yang baru saja disahkan. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Khamenei Angkat Bicara Soal Kesepakatan Iran-ASBERITA TERPOPULER





















