Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

486 Pemimpin Geng MS-13 Diadili di El Salvador, Ribuan Kejahatan Terungkap

Mistar.idSenin, 27 April 2026 12.00
journalist-avatar-top
486_pemimpin_geng_ms13_diadili_di_el_salvador_ribuan_kejahatan_terungkap

Para narapidana di dalam sel penjara Pusat Penahanan Kontra-Terorisme (CECOT), tempat ratusan anggota geng MS-13 dan 18 Street ditahan, di Tecoluca, El Salvador. (foto: BBC/Mistar)

news_banner

San Salvador, MISTAR.ID

Persidangan massal terhadap ratusan tersangka pemimpin geng MS-13 resmi dimulai di El Salvador. Kejaksaan Agung menyebut sebanyak 486 orang diadili atas dugaan keterlibatan dalam puluhan ribu kasus kejahatan.

Kelompok ini dituduh secara kolektif melakukan lebih dari 47.000 tindak kriminal sepanjang 2012 hingga 2022, termasuk pembunuhan, pemerasan, serta perdagangan narkoba dan senjata.

Sejumlah terdakwa juga diduga terlibat dalam gelombang kekerasan pada Maret 2022 yang menewaskan 87 orang hanya dalam seminggu. Peristiwa tersebut mendorong Presiden Nayib Bukele menetapkan kebijakan keras berupa “perang melawan geng kriminal”.

Kejaksaan menyatakan memiliki bukti kuat untuk menjerat para terdakwa dengan hukuman maksimal, meski belum mengungkapkan durasi persidangan yang sedang berlangsung.

Dari total 486 tersangka, sebanyak 413 orang telah ditahan, sementara 73 lainnya masih buron dan diadili secara in absentia. Mereka juga menghadapi berbagai dakwaan tambahan, termasuk femisida (pembunuhan berbasis gender), serta kasus penghilangan orang secara paksa.

Kejaksaan menilai aktivitas geng ini telah memberi dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk menghambat perkembangan ekonomi dan sosial di El Salvador. Para terdakwa juga dituduh melakukan “pemberontakan” karena berupaya menguasai wilayah dan membangun struktur kekuasaan layaknya negara paralel.

Sejak Maret 2022, pemerintah El Salvador menerapkan status darurat nasional yang memperluas kewenangan aparat untuk menangkap siapa pun yang diduga terkait geng. Kebijakan ini menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia karena dinilai membuka peluang penahanan sewenang-wenang.

MS-13 sendiri merupakan geng kriminal lintas negara yang didirikan di Los Angeles pada 1980-an oleh imigran asal El Salvador. Kini, jaringan mereka justru lebih besar di kawasan Amerika Tengah.

Kelompok ini dikenal memiliki reputasi kekerasan ekstrem dan metode perekrutan brutal, termasuk ritual kekerasan bagi anggota baru. Slogan mereka yang terkenal, “bunuh, perkosa, kendalikan”, mencerminkan karakter kekerasan yang melekat pada organisasi tersebut.

Menurut berbagai laporan, MS-13 telah berkembang menjadi salah satu jaringan kriminal terbesar dengan puluhan ribu anggota di Amerika Tengah dan Amerika Serikat, serta pendapatan jutaan dolar dari aktivitas ilegal seperti narkoba dan pemerasan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN