Update Bencana Alam Tapsel: Belasan Korban Jiwa, Sejumlah Kecamatan Belum Tersentuh

Penanggungjawab Posko Bantuan BPBD Tapsel, Tetty saat diwawancarai di Posko BPBD Tapsel. Belasan korban jiwa telah tercatat akibat bencana banjir dan tanah longsor di Tapsel saat ini. (Foto: Iqbal/Mistar)
Tapsel, MISTAR.ID
Bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sudah memakan belasan korban jiwa. Sejumlah daerah masih ada yang belum tersentuh hingga saat ini.
Penanggungjawab Posko Bantuan BPBD Tapsel, Tetty, mengatakan saat ini belasan korban jiwa tersebut telah berhasil dievakuasi.
"Data untuk seluruh Tapsel, korban jiwa yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 16 orang. Tapi, untuk yang luka-luka belum dapat kami pastikan," ujarnya kepada Mistar, Kamis (27/11/2025) siang.
Tetty pun mengatakan korban lainnya masih ada yang belum dapat dievakuasi hingga saat ini.
"Sementara korban yang tertimbun, kami mendapatkan informasi dari masyarakat di daerah-daerah yang belum dapat dijangkau. Korban yang tertimbun tanah longsor sudah banyak. Dini hari tadi, ada sekitar 80 rumah yang terendam banjir dan belum dapat dievakuasi," ucapnya.
Ia mengatakan BPBD Tapsel saat ini masih terus berusaha menembus akses-akses bencana di sejumlah kecamatan di Tapsel.
"Jadi kepada masyarakat perlu kami sampaikan, bukan kami tidak bekerja, tapi memang kami masih berusaha mengakses titik-titik tersebut, namun hingga saat ini belum bisa ditembus," ujarnya.
Adapun kawasan yang belum tersentuh karena jalur yang ditutupi longsor saat ini seperti Kecamatan Batang Toru, Kecamatan Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, dan Sipirok.
"Bahkan ada laporan ke kami, ada masyarakat di sana yang dua hari belum makan karena bantuan belum bisa sampai. Sampai tadi malam masih hujan. Semoga hari ini bisa cepat surut," ucap Tetty.
Kendala lainnya yakni perihal telekomunikasi yang masih sulit karena sinyal yang sulit dijangkau.
"Ya, telekomunikasi juga masih sulit. Kesulitan kami adalah tidak bisa menghubungi masyarakat di sana, tapi masyarakat bisa ke titik-titik tertentu untuk menghubungi kami. Mungkin mereka naik pohon dulu baru bisa mendapat sinyal," ucapnya.
Sementara itu, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Provinsi Sumatera Utara, Daniel Dachi, mengatakan pihaknya telah mengerahkan bantuan ke BPBD kabupaten/kota.
"Kami dari BPBD Provinsi mendukung kebutuhan kabupaten dan kota yang terdampak bencana, baik itu banjir maupun longsor. Tadi malam laporan ada 9 kabupaten/kota, tapi hari ini saya rasa lebih dari itu," tuturnya.
Dachi mengatakan empat daerah saat ini masih menjadi fokus pendampingan BPBD Provinsi Sumatera Utara untuk proses penanggulangan bencana.
"Saat ini kami sedang melakukan pendampingan terhadap 4 daerah yang jadi perhatian, yaitu Tapsel, Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Sejauh ini, kami bagi dua tim: satu di Tarutung di pos terpadu dan satu lagi di sini (Tapsel)," katanya.
Namun, berdasarkan data dari Polda Sumut, hingga Rabu (26/11/2025) pukul 22.00 WIB, korban tewas sudah mencapai 17 orang dan 73 orang alami luka-luka. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Terasa Sampai Medan




















