Sunday, July 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Sempat Menghilang Saat Penggrebekan Narkoba, Bripda Nopandri Ditemukan Tewas

Mistar.idMinggu, 5 Juli 2026 pukul 15.44 WIB
sempat_menghilang_saat_penggrebekan_narkoba_bripda_nopandri_ditemukan_tewas

Ilustrasi. Bripda Nopandri Ramadhan ditemukan meninggal yang sebelumnya dilaporkan hilang saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah ditemukan meninggal dunia. (f:ist/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (05/07/2026) -- Bripda Nopandri Ramadhana yang sebelumnya dilaporkan hilang saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah ditemukan meninggal dunia.

Jenazah Nopandri ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.55 WIB di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang.

Nopandri ditemukan oleh Briptu Rangga dan Bripda Ryan dalam keadaan kaku, terapung, dan tersangkut di ranting kayu. Saat ini jenazah Nopandri telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Eko menegaskan peristiwa yang menimpa Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Kata dia, saat ini tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Tim saat ini terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Polisi akan melacak keberadaan para pelaku, diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Eko menyampaikan saat ini Bareskrim Polri telah berkoordinasi kepada Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera menyampaikan informasi kepada aparat kepolisian.

" Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ucap dia.

Sebelumnya, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra meninggal dunia dalam penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Selain Yudhie, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana juga dilaporkan hilang setelah penggerebekan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/7/2026) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Eko mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Saat itu, sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi.

Polisi lalu membagi menjadi dua kelompok dengan tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," jelas Eko melalui keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).

Situasi terus memanas karena massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Situasi yang kian tidak terkendali hingga membuat anggota menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel.

Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia, sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan. (cnn)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN